Ambon,-Suaratimurnews.com Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena memimpin Apel Perdana Tahun 2026 yang diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Ambon. Apel digelar di Halaman Balai Kota Ambon, Senin (5/1/2026).
Dalam arahannya, Bodewin mengapresiasi ASN yang dinilai memahami kondisi keuangan daerah. Ia menyebut tantangan fiskal tidak hanya dialami Kota Ambon, tetapi juga hampir seluruh daerah di Indonesia.
“Terima kasih kepada ASN yang sudah memahami kondisi keuangan yang kita hadapi bersama. Ini menunjukkan rasa memiliki sebagai bagian dari Pemkot Ambon,” kata Bodewin.
Ia menegaskan pemerintah daerah dituntut adaptif agar tetap mampu memberikan pelayanan publik secara optimal. Menurutnya, hanya daerah yang mampu beradaptasi yang bisa bertahan dalam situasi sulit.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran sepanjang 2025, Bodewin menyebut Pemkot Ambon mencatat Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 87,7. Capaian itu, kata dia, merupakan hasil kerja bersama seluruh ASN.
“Pelayanan publik kita dinilai sangat baik oleh masyarakat,” ujarnya.
Memasuki 2026, Bodewin mengingatkan tantangan keuangan masih berlanjut, termasuk adanya penyesuaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP/TKD). Pemkot Ambon telah menetapkan kebijakan penyesuaian sistem kerja, seperti penerapan work from home (WFH) dan sistem shift yang bersifat sementara.
Selain itu, Bodewin juga menegaskan penertiban parkir liar di kawasan Mardika dan terminal yang selama ini dinilai mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
“Parkir di badan jalan tidak akan ditolerir lagi. Penindakan akan dilakukan secara tegas,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Ambon juga menerima bantuan kendaraan hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang akan digunakan BPBD Kota Ambon untuk mendukung penanganan kondisi darurat, termasuk distribusi air bersih saat kekeringan.(*)

