BI Maluku Gelar Salam Fest x Moluccas Digifest 2026, Dorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Transaksi

oleh -30 Dilihat

Ambon,–Suaratimurnews.com Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku menyelenggarakan Salam Fest x Moluccas Digifest 2026 pada 16–18 April 2026 di Ambon.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia serta Road to Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI).

Penyelenggaraan Salam Fest x Moluccas Digifest 2026 menjadi wujud komitmen Bank Indonesia dalam mendorong penguatan ekonomi syariah sekaligus mempercepat digitalisasi sistem pembayaran di Provinsi Maluku.

Melalui Salam Fest, BI mendorong peningkatan literasi dan edukasi masyarakat terkait ekonomi syariah, sekaligus memperkuat kapasitas UMKM dan pelaku usaha. Sementara itu, melalui Moluccas Digifest, BI memperluas penggunaan transaksi digital, termasuk QRIS, baik dari sisi pengguna maupun merchant.

Pembukaan kegiatan ini turut dihadiri oleh Gubernur Maluku, Wali Kota Ambon, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, perbankan, serta pelaku usaha dan UMKM.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku, Ditha Aditya Nugraha, menekankan pentingnya sinergi dalam pengembangan ekonomi syariah dan percepatan digitalisasi sistem pembayaran sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyampaikan bahwa Maluku memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya, kreativitas UMKM, maupun semangat masyarakatnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan momentum Salam Fest x Moluccas Digifest 2026 sebagai penggerak dalam membangun Maluku yang semakin maju melalui penguatan ekonomi syariah dan akselerasi transformasi digital.

Dalam rangkaian kegiatan, sejumlah program strategis turut diluncurkan, antara lain Program Kemitraan Duta Manajemen Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, Maluku Championship P2DD, Kurikulum Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, Racing User dan Merchant QRIS, serta ASN Role Model Penggerak Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Selain itu, dilakukan pula launching berbagai inisiatif strategis seperti implementasi SIPD-RI Online dan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), Zona Pembayaran Digital, Program Wakaf Produktif, serta Program Pendidikan Kebanksentralan.

Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan diisi dengan berbagai aktivitas edukatif dan interaktif, seperti talkshow pengembangan UMKM dan ekonomi syariah, talkshow perlindungan konsumen, youth sharia forum, hingga kegiatan bedah buku.

Beragam lomba dan kegiatan kreatif juga digelar untuk mendorong partisipasi masyarakat, di antaranya lomba tari kreasi, modest fashion show, lomba dakwah, lomba samrah, drama perlindungan konsumen, video edukasi, karya ilustrasi edukatif, vocal group, hingga video review makanan halal.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan area pameran yang melibatkan sekitar 30 booth UMKM serta 18 booth perbankan dan instansi/lembaga. Hal ini menjadi upaya untuk memperluas akses promosi sekaligus mendorong transaksi ekonomi masyarakat.

Bank Indonesia berharap kegiatan ini dapat semakin memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah, akselerasi digitalisasi transaksi, serta peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM di Provinsi Maluku.(*)