Ambon,-Suaratimurnews.com Pemerintah Kota Ambon resmi menggelar seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk posisi Sekretaris Kota (Sekot). Proses seleksi ini dilaksanakan selama 15 hari, terhitung sejak 2 April hingga 16 April 2026.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan, objektif, dan terbuka bagi publik.
Menurut dia, keterbukaan menjadi prinsip utama dalam memastikan proses berjalan akuntabel sekaligus menghasilkan pejabat yang memiliki kompetensi serta integritas yang kuat.
“Proses ini kita pastikan berjalan objektif dan akuntabel, sehingga menghasilkan Sekot yang profesional dan berintegritas,” ujar Wali kota Ambon Bodewin Wattimena Kamis (16/4/2026)
Ia menjelaskan, seleksi calon Sekretaris Kota akan melalui dua tahapan utama. Tahap pertama adalah seleksi asesmen oleh tim asesor guna mengukur kompetensi, kapasitas manajerial, serta rekam jejak para peserta.
Selanjutnya, peserta yang lolos akan mengikuti tahapan seleksi oleh panitia seleksi (pansel) yang akan menilai kelayakan secara menyeluruh.
Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Ambon juga akan menggelar sesi wawancara terbuka. Tahapan ini memungkinkan masyarakat untuk menyaksikan secara langsung proses seleksi, sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi dan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Berdasarkan data pendaftaran, terdapat empat kandidat yang mengikuti seleksi, yakni Apries B. Gaspersz, S.STP, M.Si; Steven Dominggus, S.IP, M.Si; Roberd Sapulette, ST, MT; dan Richard Luhukay, AP. Keempatnya akan bersaing melalui tahapan seleksi yang telah ditetapkan.
Pemerintah Kota Ambon berharap, melalui mekanisme seleksi terbuka ini dapat terpilih sosok Sekretaris Kota yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis dan manajerial, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak birokrasi yang efektif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Selain itu, keberadaan Sekot yang definitif dinilai penting untuk memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah, menjaga stabilitas kinerja pemerintahan, serta mendorong percepatan pembangunan di Kota Ambon.
Dengan proses yang terbuka dan partisipatif, Pemkot Ambon optimistis hasil seleksi ini akan melahirkan pemimpin birokrasi yang mampu menjawab tantangan tata kelola pemerintahan modern serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.(ST01)
