Komisi II DPRD Maluku Soroti SPBU Kompak di MBD, Anos Yermias: Sarpras Tak Memenuhi Standar

oleh -188 Dilihat

Ambon, -Suaratimutnews.com Komisi II DPRD Provinsi Maluku menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Pertamina, Rabu (6/8/2025), membahas permasalahan SPBU Kompak yang beroperasi di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Dalam rapat tersebut, anggota Komisi II, Anos Yermias, melontarkan sejumlah pertanyaan tajam kepada perwakilan Pertamina terkait kesiapan sarana dan prasarana SPBU tersebut.

“Sebelum Bapak hadir dalam rapat ini, kami sudah turun ke lapangan. Pertanyaan saya, apakah Bapak sudah menerima laporan terkait kondisi sarpras SPBU ini?” tanya Anos.

Ia menilai, kondisi SPBU Kompak yang ada saat ini sangat memprihatinkan. Peralatan dinilai tidak lengkap dan tidak memenuhi standar operasional yang seharusnya diterapkan oleh Pertamina.

“Kalau kita lihat dari yang Bapak jelaskan tadi, buat kami itu belum layak. Alat-alatnya minim, bahkan ada yang tidak berfungsi. Ini menyangkut kepentingan masyarakat, jangan dianggap sepele,” tegasnya.

Anos juga mempertanyakan komitmen pengelola SPBU. Ia menyebut, jika pengusaha tidak mampu memenuhi standar, maka seharusnya Pertamina memberikan sanksi tegas.

“Kalau sarprasnya memang tidak memenuhi standar, kenapa tidak diberi sanksi? Jabatan bisa berganti, tapi tanggung jawab harus tetap jalan,” katanya.

Ia pun meminta Pertamina segera mengambil langkah tegas terhadap pengusaha SPBU Kompak tersebut agar tidak menimbulkan dampak lebih luas terhadap pelayanan BBM di wilayah MVD.

Sementara itu sales Maneger Pertamina, Maluku Afif mengucapkan terima kasih atas berbagai masukan yang telah disampaikan, khususnya terkait dengan pengelolaan sampah dan jam operasional pelayanan SPBU yang sedang kita bahas siang ini.

Masukan tersebut akan kami teruskan kepada seluruh mitra SPBU kami, tidak hanya yang hadir dalam rapat ini, tetapi juga ke seluruh SPBU yang menjadi mitra kami di wilayah Maluku.

Terkait monitoring dan pengawasan terhadap mitra SPBU, perlu kami sampaikan bahwa wilayah Maluku memiliki keunikan tersendiri. Kondisi geografisnya berbeda dibandingkan dengan provinsi lain, karena wilayahnya yang terdiri dari pulau-pulau yang tersebar dan dipisahkan oleh laut, dengan jarak yang cukup bervariasi satu sama lain.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami dalam melakukan sosialisasi maupun monitoring secara langsung.

Namun demikian, kami tetap berupaya melakukan pengawasan secara berkala melalui berbagai mekanisme, antara lain dengan melakukan reminder dan sosialisasi rutin kepada seluruh mitra SPBU. Sosialisasi ini mencakup regulasi-regulasi yang wajib dipatuhi dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan, kami berharap seluruh SPBU mitra Pertamina dapat terus meningkatkan kinerjanya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan..(ST01)