Komisi III DPRD Maluku Menilai Banyak Program OPD Tahun 2022 Tidak Tepat Sasaran

oleh -404 Dilihat
Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku Hatta Hehanussa

Ambon, -Suaratimurnews.com  Disaat Gubernur-Wakil Gubernur, Murad Ismail-Barnabas Orno tengah berjuang di pusat untuk mendapatkan anggaran dan program dalam merealisasikan janji politiknya sesuai misi-visi, salah satunya mengentaskan kemiskinan.

Namun dilain sisi, perjuangan tersebut belum bisa diterjemahkan oleh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) lewat program kerja.

Hal ini terbukti, dalam rapat Komisi III bersama mitra terkait, sebagian program yang disusun oleh OPD untuk program kerja di tahun 2022 tidak tepat sasaran dalam menurunkan angka kemiskinan, yang sampai saat ini masih menempati Maluku diurutan empat terbawah dari 34 provinsi.

“Ada sebagian program yang tidak tepat, maka kita coba untuk segera melakukan pengeseran. Maka tujuan dari pada pendalaman terhadap KUA PPAS disitu, jadi kita menganggap yang tidak sesuai penempatannya segera dipindahkan,”ungkap Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku, Hatta Hehanusa kepada wartawan di baileo rakyat, karang panjang, Ambon, senin (29/11/2021).

Selain program tidak tepat sasaran, kata Hehanussan ada juga program yang dianggap berdampak terhadap pengetasan kemiskinan, namun tidak didukung dari sisi anggaran.

Contohnya, program prioritas dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dalam membangun dan merehab bangunan rumah miskin.

“Hari ini kita tahu pos anggaran minim, makanya kita dorong kalau bisa ditambah, yang kita geser mungkin dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) untuk rehab

jembatan kita pindahkan kesana. jadi itu sudah menjadi catatan dari pada pembahasan tadi. bahkan sudah disepakati dengan Kadis PUPR, beliau sudah mengiayakan itu,”ungkapnya.

Kedepan, Hehanusa berharap dalam implmenetasi bukan tersebut, termasuk pekerjaan jalan yang menghubungkan desa dapat melibatkan masyarakat setempat.

“Kalau itu menjadi pembangunan prioritas untuk akses aktivitas dari masyarakat seperti jalan maka kita minta fokus pekerjaan dilakukan disana, tetapi para pekerja melibatkan masyarakat setempat supaya menghidupkan ekonomi masyarakat, jangan lagi pekerja dibawa dari luar,”pintanya.(ST01)