Umar Lessy Targetkan Golkar Maluku Bangkit, Rebut Kembali Kursi Pimpinan DPRD dan DPR RI pada Pemilu 2029

oleh -8 Dilihat
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; sv:16.2.13.2.W20; module: portrait;hw-remosaic: false;touch: (0.0125, 0.19375);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: off;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 33;

Ambon, -Suaratimurnews.com Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar Lessy, menegaskan komitmennya untuk membawa Partai Golkar Maluku bangkit dan kembali menjadi kekuatan politik utama di daerah, termasuk merebut kembali posisi pimpinan DPRD Provinsi Maluku serta mengembalikan keterwakilan partai di DPR RI pada Pemilu 2029.

Penegasan tersebut disampaikan Umar Lessy dalam sambutannya pada acara pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Maluku periode 2025–2030 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026, berlangsung di Hotel Santika Ambon, Sabtu (7/11/2026).

Di hadapan Ketua Umum DPP Partai Golkar dan seluruh kader yang hadir, Umar secara terbuka mengakui bahwa Golkar Maluku menghadapi tantangan politik yang cukup serius berdasarkan hasil dua pemilu terakhir.

Ia mengungkapkan, dalam Pemilu 2019 dan 2024, Golkar Maluku belum berhasil mengirimkan wakilnya ke DPR RI. Bahkan, hasil Pemilu 2024 juga menempatkan Golkar di luar unsur pimpinan DPRD Provinsi Maluku.

Menurutnya, kenyataan politik tersebut harus diterima secara jujur dan dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi serta pembenahan organisasi, bukan sebagai alasan untuk saling menyalahkan.

“Kepengurusan periode 2025–2030 kami maknai sebagai kepengurusan konsolidasi total dan kebangkitan Partai Golkar di Maluku,” tegasnya.

Umar menambahkan, salah satu agenda strategis kepengurusan baru adalah mengembalikan Golkar sebagai kekuatan utama politik di Maluku, sekaligus merebut kembali posisi pimpinan DPRD Provinsi Maluku.

Baginya, posisi pimpinan parlemen bukan sekadar persoalan jabatan dan kedudukan, tetapi menyangkut kemampuan partai memperjuangkan kepentingan masyarakat secara efektif, terarah, dan bermakna.

Konsolidasi Total hingga Tingkat Desa
Untuk mencapai target tersebut, Umar menekankan pentingnya konsolidasi organisasi secara terstruktur, sistematis, dan berjenjang, mulai dari DPD tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga desa.

Ia mengingatkan agar tidak ada struktur partai yang hanya hidup di atas kertas maupun kader yang berjalan sendiri-sendiri.
Seluruh kekuatan partai, katanya, harus bergerak dalam satu irama, satu komando perjuangan, dan satu tujuan politik.

Menghadapi Pemilu 2029, Golkar Maluku juga dituntut mampu membaca perubahan zaman dan merumuskan strategi politik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Karena itu, partai harus membuka ruang seluas-luasnya bagi kader muda yang berintegritas dan berkapasitas, merangkul tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta kalangan profesional.

Umar menegaskan, Golkar harus menjadi rumah besar yang terbuka bagi semua kalangan, tetapi tetap menjaga disiplin, soliditas, dan garis perjuangan partai.
“Kemenangan tidak lahir dari keramaian pada saat menjelang pemilu, tetapi dari kerja yang tekun, organisasi yang kuat, dan kepercayaan rakyat yang terus dirawat,” ujarnya.

Lebih jauh, Umar mengingatkan bahwa Maluku sebagai provinsi kepulauan memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, tetapi masih menghadapi berbagai persoalan pembangunan.

Ketimpangan antarwilayah, mahalnya akses transportasi dan logistik, kemiskinan yang masih membayangi petani dan nelayan, serta belum optimalnya pemerataan pemanfaatan sumber daya kelautan dan energi menjadi tantangan yang harus diperjuangkan bersama.

Karena itu, Golkar Maluku harus menghadirkan agenda politik yang membumi, berpihak kepada rakyat, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Partai Golkar, lanjutnya, harus mendukung pemerintah pusat maupun daerah, sekaligus mengambil peran strategis dalam memperjuangkan keadilan pembangunan bagi pulau-pulau kecil, memperkuat ekonomi maritim, serta memastikan kekayaan alam Maluku benar-benar menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.

Dengan dukungan dan arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Umar optimistis Golkar Maluku mampu bangkit, merebut kembali kepemimpinan di DPRD Provinsi Maluku, serta mengembalikan kursi DPR RI sebagai saluran perjuangan aspirasi masyarakat dari Negeri Seribu Pulau.

Minta Ketua Umum Perjuangkan Abdul Muthalib Sangadji Jadi Pahlawan Nasional
Pada kesempatan tersebut, Umar Lessy juga menyampaikan aspirasi masyarakat Maluku kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar terkait perjuangan gelar Pahlawan Nasional bagi tokoh perintis kemerdekaan asal Maluku, Abdul Muthalib Sangadji.

Ia meminta dukungan Ketua Umum agar ikut memperjuangkan pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi tokoh tersebut yang menurutnya telah diperjuangkan selama bertahun-tahun, namun hingga kini belum ditetapkan oleh negara.

Umar menyebut Abdul Muthalib Sangadji merupakan salah satu tokoh pergerakan nasional yang memiliki kontribusi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Ia juga mengungkapkan bahwa tokoh tersebut berasal dari kampung yang sama dengannya, yakni Desa Rohomoni, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

“Melalui podium ini kami ingin menyampaikan dan meminta bantuan Bapak Ketua Umum untuk ikut memperjuangkan tokoh tersebut, yakni Bapak Abdul Muthalib Sangadji,” ungkap Umar.

Menutup sambutannya, Umar mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk bekerja dengan hati, berjuang dengan pikiran jernih, serta bergerak dengan kesungguhan.

Ia menegaskan bahwa kebangkitan Golkar Maluku tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diperjuangkan melalui kerja nyata. Demikian pula kepercayaan rakyat tidak cukup dijanjikan, melainkan harus dibuktikan melalui pengabdian dan keberpihakan kepada masyarakat.

Pelantikan dan Rakerda tersebut diharapkan menjadi titik awal konsolidasi besar Partai Golkar Maluku dalam mempersiapkan kekuatan organisasi dan strategi politik menuju Pemilu 2029.(ST01)