Ambon,-Suaratimurnews.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Provinsi Maluku memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui Training of Trainers (ToT) Duta Literasi Keuangan.
Program ini menjadi strategi untuk mencetak agen perubahan yang akan memperluas edukasi keuangan kepada masyarakat di berbagai wilayah Maluku.
Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Bilady, mengatakan para Duta Literasi Keuangan dipersiapkan sebagai ujung tombak dalam menyampaikan edukasi keuangan yang akurat, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Melalui Training of Trainers ini, kami ingin menyiapkan Duta Literasi Keuangan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan komunikasi yang baik sehingga mampu menyampaikan edukasi keuangan secara benar, menarik, dan mudah dipahami masyarakat,” ujar Haramain pada kegiatan yang berlangsung di Ambon, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, peningkatan literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang semakin cerdas dalam mengelola keuangan.
Pemahaman yang baik terhadap produk dan layanan jasa keuangan akan membantu masyarakat mengambil keputusan finansial yang tepat sekaligus mengurangi risiko menjadi korban investasi ilegal, pinjaman online ilegal, maupun berbagai bentuk penipuan keuangan.
Haramain menegaskan, keberhasilan program literasi keuangan tidak dapat dicapai oleh OJK semata. Sinergi dengan seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan menjadi faktor penting agar edukasi dapat menjangkau lebih banyak komunitas hingga ke daerah-daerah di Maluku.
“Melalui kolaborasi yang kuat, kami optimistis dapat mewujudkan masyarakat Maluku yang semakin cerdas finansial, terlindungi sebagai konsumen jasa keuangan, serta mampu memanfaatkan layanan keuangan formal untuk meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai perkembangan sektor jasa keuangan, strategi komunikasi publik, serta metode edukasi yang lebih inovatif dan efektif.
Bekal tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyampaian informasi keuangan kepada masyarakat sehingga mendorong peningkatan literasi sekaligus inklusi keuangan.
Secara strategis, program ini juga mendukung penguatan ekosistem keuangan yang inklusif, aman, dan berkelanjutan di Provinsi Maluku. Masyarakat yang memiliki tingkat literasi keuangan lebih baik dinilai akan lebih percaya diri dalam mengakses layanan keuangan formal, mengelola aset, hingga merencanakan keuangan secara lebih produktif.
OJK menilai kolaborasi antara regulator dan industri jasa keuangan menjadi kunci untuk mempercepat perluasan edukasi keuangan.
Kehadiran para Duta Literasi Keuangan diharapkan mampu memperkuat perlindungan konsumen sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan pemanfaatan layanan keuangan yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.(ST01)

