Gubernur Maluku Hadiri Pelantikan Raja Siri Sori Islam, Tekankan Penguatan Adat dan Persaudaraan

oleh -25 Dilihat

Ambon,-Suaratimurnews.com Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada pelantikan Raja Negeri Siri Sori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (23/5/2026).

Dalam sambutannya, Lewerissa menegaskan bahwa pelantikan raja bukan sekadar agenda seremonial pemerintahan adat, tetapi menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali marwah negeri, menjaga warisan leluhur, serta memperkuat nilai persaudaraan orang Maluku.

“Hari ini, kita tidak hanya melantik seorang raja, tetapi juga meneguhkan kembali marwah negeri, menyambung warisan leluhur, dan memelihara nafas peradaban orang Maluku yang berdiri kokoh di atas nilai persaudaraan, kehormatan, dan kearifan adat,” kata Lewerissa.

Menurut dia, dalam kosmologi kebudayaan Maluku, seorang raja memikul tiga mandat sekaligus, yakni mandat negara berdasarkan peraturan perundang-undangan, mandat sebagai pemimpin masyarakat adat, serta mandat sebagai khalifah atau pemimpin umat.

Lewerissa menyebut pelantikan Raja Siri Sori Islam menjadi simbol kuat eksistensi adat dan budaya Maluku di tengah perkembangan zaman.

“Kita sedang menyatakan kepada dunia bahwa Maluku tetap berdiri tegak dengan kekayaan adat, nilai, dan kearifan leluhur yang terus hidup dalam semangat orang basudara,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai Siwalima dan memperkuat persaudaraan antarwarga sebagai fondasi kehidupan sosial di Maluku.

Gubernur turut mengapresiasi masyarakat Negeri Siri Sori Islam yang dinilai mampu menjalani proses penetapan raja secara santun, damai, dan menghormati adat istiadat hingga terpilihnya Raja dari Mata Rumah Parentah Pattisahusiwa.

“Saya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh masyarakat Negeri Siri Sori Islam yang berproses dengan sangat santun, menghormati adat dan budaya, sehingga terpilihnya Bapa Raja dari Mata Rumah Parentah Pattisahusiwa. Ini menjadi contoh baik dan teladan bagi negeri-negeri lain di Provinsi Maluku,” ungkapnya.

Kepada Raja Negeri Siri Sori Islam yang baru dilantik, Syarifudin Pattisahusiwa, Lewerissa mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang tanggap, bijaksana, serta menjunjung tinggi hukum dan martabat adat di tengah arus perubahan global.

“Saya berharap Upu Latu bersama perangkat Saniri Negeri harus tanggap sekaligus bijak dalam menyikapi perubahan zaman. Hindarilah penyalahgunaan kewenangan yang berujung pada ranah hukum,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Maluku akan terus memperkuat eksistensi negeri-negeri adat sebagai pusat jati diri dan roh kebudayaan masyarakat Maluku.

“Pemerintah Provinsi Maluku akan terus menguatkan negeri-negeri adat, sebab di sanalah bersemayam jati diri, kehormatan, dan roh kebudayaan orang Maluku,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Lewerissa mengajak seluruh masyarakat Siri Sori Islam dan Kecamatan Saparua Timur untuk bersatu mendukung pemerintahan raja yang baru demi terciptanya keamanan, ketertiban, dan pembangunan negeri yang berkeadilan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Syarifudin Pattisahusiwa beserta keluarga. Semoga menjadi pemimpin yang amanah, adil, pengayom, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Negeri Siri Sori Islam,” tutupnya.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Anggota DPD RI Bisri Assidik Latuconsina, Pangdam XVI/Pattimura Dody Triwinarto, Kapolda Maluku Dadang Hartanto, Sekretaris Daerah Maluku, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku maupun DPRD kabupaten/kota, serta tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat Negeri Siri Sori Islam.(*)