Ambon,-Suaratimurnews.com Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku terus mendorong penguatan ekonomi dan keuangan syariah melalui peningkatan pemahaman masyarakat terhadap konsep halal lifestyle atau gaya hidup halal.
Narasumber materi ekonomi dan keuangan syariah, Athufail Araafi Soeripto, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan temu wartawan mitra Kantor Perwakilan Bank Indonesia Maluku yang digelar di lantai 9 Zest Hotel, Senin (13/4/2026).
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa halal lifestyle memiliki ruang lingkup yang luas dan tidak hanya terbatas pada konsumsi makanan dan minuman.
“Halal lifestyle mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari apa yang dikonsumsi, bagaimana transaksi keuangan dilakukan, hingga pola konsumsi dan aktivitas sehari-hari yang sesuai prinsip syariah,” ujarnya.
Ia memaparkan, pada sektor konsumsi, masyarakat diharapkan memperhatikan kehalalan produk secara menyeluruh, mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga distribusi.
Hal ini menjadi dasar dalam membangun kesadaran konsumsi halal yang berkelanjutan.
Sementara itu, di sektor keuangan, penerapan halal lifestyle tercermin melalui penggunaan layanan keuangan berbasis syariah, seperti perbankan, pembiayaan, dan investasi yang mengedepankan prinsip keadilan serta bebas dari riba.
Lebih lanjut, Athufail menjelaskan bahwa halal lifestyle juga mencakup sektor fesyen muslim atau modest fashion, pariwisata ramah Muslim, hingga produk farmasi dan kosmetik halal yang kini semakin berkembang.
Menurutnya, penguatan halal lifestyle tidak hanya berdampak pada aspek religius, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang besar, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.
“Ini menjadi peluang besar bagi UMKM untuk masuk dalam ekosistem halal, apalagi dengan dukungan sertifikasi halal dan penguatan rantai nilai halal,” katanya.
BI Maluku pun terus mendorong pengembangan ekosistem halal melalui edukasi, literasi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperkuat ekonomi syariah di wilayah Maluku.
Dengan cakupan yang semakin luas, halal lifestyle kini tidak hanya menjadi tren, tetapi telah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat modern sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(ST01)

