Bank Maluku Malut Dorong QRIS untuk Percepat Transformasi Transaksi Digital

oleh -12 Dilihat

Ambon,-Suaratimurnews.com Bank Maluku dan Maluku Utara terus mendorong transformasi layanan digital dengan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kalangan aparatur sipil negara (ASN), pelaku UMKM, hingga masyarakat umum.

Kepala Divisi Perencanaan Strategis dan Corporate Secretary Bank Maluku dan Maluku Utara, Epafroditus E. Wedilen, mengatakan penguatan ekosistem digital menjadi langkah penting untuk memperluas transaksi non tunai di wilayah Maluku dan Maluku Utara.

“Transformasi digital itu bukan hanya soal aplikasi, tetapi bagaimana membangun ekosistem layanan yang cepat, aman, mudah digunakan,” kata Epafroditus E. Wedilen di ruang kerjanya, Kamis (21/5/2026).

Menurut dia, penggunaan QRIS menjadi salah satu program prioritas karena mempermudah masyarakat melakukan pembayaran hanya melalui satu kode QR.

Ia menjelaskan, QRIS dapat digunakan ASN, pelaku UMKM maupun masyarakat umum untuk melakukan transaksi secara cepat, aman, dan efisien tanpa harus membawa uang tunai dalam jumlah besar.

“QRIS ini juga mendukung program Bank Indonesia dalam memperkuat inklusi keuangan dan mengurangi ketergantungan terhadap transaksi tunai,” ujarnya.

Wedilen menambahkan, QRIS merupakan standar pembayaran digital nasional yang digunakan seluruh perbankan di Indonesia sehingga semakin memudahkan berbagai jenis transaksi.

Selain praktis, penggunaan QRIS juga dinilai membantu pelaku UMKM lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.

“Sekarang masyarakat semakin suka transaksi yang fleksibel. Tinggal scan QRIS, pembayaran langsung selesai lewat handphone,” katanya.

Bank Maluku, dan Maluku Utara  lanjut dia, berharap peningkatan layanan digital dapat mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat sehingga semakin banyak nasabah memahami dan memanfaatkan produk digital perbankan.

Ia menegaskan Bank Maluku dan Maluku Utara  ingin tetap hadir sebagai bank daerah yang modern dan mampu bersaing dengan bank nasional dalam penyediaan layanan digital.

“Kami ingin layanan dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat juga tersedia di Bank Maluku dan Maluku Utara  ujarnya.

Meski demikian, pengembangan layanan digital tetap dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat  atau konsumen (customer need) serta kondisi jaringan internet di daerah.

“Tidak semua layanan digital langsung diterapkan begitu saja. Kami menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat atau konsumen  di lapangan,” katanya.(ST01)