Kapolres SBB Beberkan Kronologi Bentrokan Pemuda di Huamual, Dua Warga Luka Bacok

oleh -3 Dilihat

Seram Bagian Barat–Suaratimurnews.com Bentrokan antar pemuda dari Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang, Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, pada Sabtu, (30/5)2026), menyebabkan dua orang mengalami luka bacok.

Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Andi Zulkifli, mengatakan peristiwa itu bermula saat sejumlah pemuda Desa Ariate menghadiri pesta rakyat atau joget di Dusun Tanah Goyang. Saat kegiatan berlangsung, terjadi perkelahian antar pemuda di luar area tenda acara.

Setelah acara selesai, seorang pemuda Desa Ariate, Nando Kakisina, kembali terlibat perkelahian dengan seorang pemuda Dusun Tanah Goyang. Usai insiden tersebut, Nando pulang ke Desa Ariate.

Tak lama berselang, Nando bersama sejumlah rekannya kembali mendatangi Dusun Tanah Goyang. Ketegangan kemudian meningkat menjadi aksi saling lempar batu antara dua kelompok pemuda.

Dalam bentrokan itu, seorang pemuda Dusun Tanah Goyang diduga membacok Vino Kakihari, 21 tahun, warga Desa Ariate. Korban mengalami luka pada lengan kanan.

Aksi tersebut kemudian memicu serangan balasan. Rafli Mufakat, 25 tahun, warga Dusun Tanah Goyang yang juga menjabat Sekretaris Dusun, mengalami luka bacok pada bagian kepala dan tangan.

Vino saat ini menjalani perawatan di Puskesmas Ariate. Menurut polisi, luka korban telah dijahit dan kondisinya dalam keadaan sadar.

Sementara itu, Rafli dirawat di Puskesmas Tanah Goyang. Meski luka telah dijahit, korban masih mengalami pendarahan pada bagian kepala dan direncanakan dirujuk ke Kota Ambon menggunakan speedboat untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Andi Zulkifli mengatakan konflik dipicu oleh perselisihan antar pemuda yang tidak segera diselesaikan setelah insiden awal terjadi. Situasi kemudian berkembang menjadi bentrokan kelompok hingga menyebabkan penutupan jalan di sejumlah titik.

Polisi telah mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Mereka masing-masing berinisial EIK dari Desa Ariate serta MT, AW, dan AT dari Dusun Tanah Goyang. Keempatnya kini menjalani pemeriksaan di Polres Seram Bagian Barat.

Menurut Andi, penggunaan senjata tajam yang menyebabkan korban luka di kedua pihak berpotensi memicu aksi balas dendam dan memperluas konflik apabila tidak segera ditangani.

Saat ini arus lalu lintas di wilayah Huamual telah kembali normal. Aparat keamanan masih melakukan patroli dan pengamanan di sejumlah titik rawan serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat guna mencegah meluasnya konflik dan mendorong proses rekonsiliasi antara kedua kelompok.(OP)