Pengamanan Nataru di Maluku Jadi Catatan, DPRD Siapkan Evaluasi

oleh -77 Dilihat

Ambon–Suaratimurnews.com Pelaksanaan pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Provinsi Maluku menjadi perhatian DPRD Maluku. Sejumlah catatan muncul dari hasil pemantauan di lapangan, terutama terkait aspek pengamanan dan pelayanan transportasi yang dinilai belum berjalan maksimal.

Komisi III DPRD Maluku menilai masih terdapat berbagai kekurangan yang perlu dibenahi agar pelayanan kepada masyarakat pada momentum hari besar keagamaan dapat berjalan lebih optimal. Keluhan warga terkait pengamanan dan pelayanan penumpang menjadi dasar DPRD untuk menyiapkan evaluasi menyeluruh.

Ketua Komisi III DPRD Maluku Alhidayat Wajo mengatakan, meskipun pengamanan telah disiapkan oleh instansi terkait, pelaksanaannya di lapangan belum sepenuhnya sesuai dengan harapan masyarakat.

“Pengamanan memang sudah disiapkan, tetapi dalam pelaksanaannya masih ada hal-hal yang perlu dibenahi. Ini terlihat dari sejumlah keluhan masyarakat yang kami terima,” kata Alhidayat di gedung DPRD Maluku Rabu (7/1/2026).

Ia menjelaskan, Komisi III DPRD Maluku telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik untuk melihat kondisi di lapangan. Dari hasil peninjauan tersebut, sebagian persoalan telah ditindaklanjuti, namun masih ditemukan kekurangan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

“Sebagian sudah ditangani, tetapi kami akui masih ada yang belum maksimal. Karena itu, semua akan kami evaluasi secara menyeluruh,” ujarnya.

Selain aspek pengamanan, DPRD juga menyoroti pelayanan transportasi, khususnya pelayanan penumpang baik saat keberangkatan maupun kedatangan. Menurut Alhidayat, lonjakan penumpang pada momentum Nataru harus diantisipasi dengan kesiapan layanan yang memadai.

“Pelayanan kepada penumpang harus menjadi perhatian utama. Baik yang berangkat maupun yang tiba, semuanya harus mendapatkan pelayanan yang layak dan aman,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Komisi III DPRD Maluku telah menjadwalkan evaluasi pelaksanaan pengamanan Nataru yang rencananya dilakukan setelah 10 Januari 2026.

Dalam agenda tersebut, seluruh instansi terkait akan dipanggil untuk memberikan penjelasan dan laporan pelaksanaan tugas di lapangan.

“Kami akan memanggil semua pihak yang terlibat dalam pengamanan dan pelayanan Nataru untuk melakukan evaluasi. Tujuannya agar berbagai kekurangan yang terjadi tidak terulang di masa mendatang,” tegasnya.

Alhidayat menambahkan, evaluasi ini juga menjadi langkah antisipatif menjelang arus mudik besar berikutnya, termasuk Idul Fitri, agar pelayanan publik di Maluku dapat terus ditingkatkan.

“DPRD berkomitmen mengawal kepentingan masyarakat. Evaluasi ini penting agar ke depan pengamanan dan pelayanan pada momen-momen besar bisa berjalan lebih baik,” pungkasnya.(*)