Ambon–Suaratimurnews.com Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Fauzan Rahawarin, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat melakukan reses di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra). Isu pengembangan pariwisata dan kebutuhan infrastruktur dasar menjadi sorotan utama dalam kegiatan tersebut.
Salah satu titik reses dilakukan di Desa Taar, Kota Tual. Warga setempat mendorong adanya perhatian serius terhadap pengelolaan potensi pariwisata desa yang dinilai dapat dikembangkan menjadi destinasi baru di wilayah Kepulauan Kei.
“Selain perikanan, pariwisata merupakan sektor unggulan di Kepulauan Kei. Karena itu, infrastruktur pendukungnya perlu diperkuat,” kata Fauzan di Ambon, Rabu, 7/2/2026.
Reses juga dilaksanakan di Kecamatan Tayando Tam, kawasan kepulauan yang rawan bencana alam. Di wilayah ini, warga menyampaikan kebutuhan mendesak terkait pembangunan infrastruktur mitigasi bencana, seperti talut dan fasilitas pendukung lainnya.
“Tayando Tam membutuhkan infrastruktur kebencanaan karena kondisi geografisnya yang rentan,” ujar politisi Partai NasDem Maluku itu.
Sementara itu, aspirasi lain disampaikan masyarakat Pulau Kei terkait pembangunan infrastruktur umum, termasuk penyelesaian pembangunan sejumlah rumah ibadah yang belum rampung.
Menurut Fauzan, perhatian terhadap rumah ibadah merupakan tanggung jawab kolektif seluruh anggota DPRD Provinsi Maluku, bukan hanya perorangan.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama delapan anggota DPRD Provinsi Maluku dari daerah pemilihan yang sama,” katanya.
Fauzan menambahkan, ke depan dirinya akan lebih fokus memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui program pokok-pokok pikiran (pokir), terutama yang berkaitan dengan pembangunan rumah ibadah dan fasilitas umum.(ST01)

