Pemandu Wisata Umar Apresiasi Dukungan BI untuk Fasilitas Wisata Ramang-Ramang

oleh -101 Dilihat

Maros,–Suaratimurnews.com Dukungan Bank Indonesia (BI) terhadap pengembangan fasilitas wisata di kawasan Ramang-Ramang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mendapat apresiasi dari para pelaku wisata lokal. Salah satunya datang dari Umar, pemandu wisata yang mendampingi wisatawan di kawasan karst tersebut.

Menurut Umar, bantuan yang diberikan BI, baik dalam peningkatan kapasitas pelaku usaha wisata, maupun dukungan infrastruktur, sangat membantu upaya masyarakat dalam menjaga keberlanjutan kawasan Ramang-Ramang sebagai destinasi wisata unggulan.

“Kami sangat berterima kasih karena perhatian BI tidak hanya pada ekonomi, tapi juga pada ekowisata. Dukungan ini membantu kami memperbaiki fasilitas bagi wisatawan dan menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Umar saat ditemui di lokasi wisata Ramang-Ramang, Kamis (9/10/2025).

Umar mengaku dukungan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang turut membantu penyediaan sarana perahu bagi pelaku wisata di kawasan wisata karst Ramang-Ramang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Menurut Umar, bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor wisata alam. Sarana perahu menjadi fasilitas utama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan panorama tebing karst dan susur sungai yang menjadi daya tarik utama kawasan ini.

“Kami bersyukur karena ada perhatian dari BUMN terhadap pengembangan wisata di Ramang-Ramang. Bantuan perahu ini sangat membantu kami para pemandu dan pemilik perahu tradisional dalam melayani wisatawan dengan lebih aman dan nyaman

Umar menambahkan, dengan meningkatnya fasilitas penunjang seperti jalur akses, area parkir, dan fasilitas sanitasi, wisatawan kini lebih nyaman menikmati keindahan panorama tebing karst dan susur sungai yang menjadi daya tarik utama Ramang-Ramang.

Ramang-Ramang, yang dikenal sebagai salah satu kawasan karst terbesar di dunia, terus berkembang menjadi destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga seperti BI, kawasan ini diharapkan semakin berdaya saing dan berkelanjutan.(ST01)