Gubernur Maluku Canangkan Gerakan Tanam Cabai Serempak dan Digital Farming

oleh -179 Dilihat

Ambon –Suaratimurnews.com Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mencanangkan  Gerakan Tanam Cabai Serempak se-Provinsi Maluku dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) serta peluncuran program Digital Farming. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 11 kabupaten/kota melalui live streaming, dilokasi Balai Beni induk Holtikultura Dinas Pertanian Telaga Kodok Rabu 13/08/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan dukungan penuh terhadap arahan Menteri terkait pengendalian inflasi pangan. “Saya menyambut baik gerakan ini. Inflasi Maluku pada Juli 2025 tercatat 2,91 persen (yoy), dengan cabai sebagai salah satu penyumbang utama. Digital farming menjadi langkah transformasi pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi,” ujarnya.

Kepala BI Maluku, Muhammadi Latif mengatakan cabai merah dan cabai rawit masih menjadi komoditas utama penyumbang inflasi di Maluku. “Sepanjang tahun 2015 hingga kini, cabai merah tercatat lima kali menjadi penyumbang inflasi, sedangkan cabai rawit tiga kali. Karena itu kita perlu mengubah mindset dari konsumen menjadi produsen,” ujarnya di Ambon, Rabu (13/8/2025).

Menurutnya BI Maluku juga mendorong penerapan digital farming bagi kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi. Hingga 2025, enam kelompok tani telah mengadopsi teknologi ini. “Digital farming terbukti mampu meningkatkan hasil pertanian dan mengurangi biaya, sehingga dapat menjaga kestabilan pasokan dan harga,” katanya.

Melalui GNPIP, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berupaya memastikan kelancaran pasokan, stabilitas harga, dan komunikasi efektif kepada masyarakat. “Harapannya, inovasi ini diperluas ke lebih banyak kelompok tani, sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat Maluku,” tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian Maluku, Ilham Taudah, melaporkan bahwa kegiatan ini melibatkan 1.350 peserta, termasuk kelompok tani, penyuluh, OPD, dan masyarakat umum. Sebanyak 100 ribu bibit cabai ditanam serentak di seluruh Maluku.

Bank Indonesia turut menyerahkan bantuan berupa perangkat digital farming, 22.000 bibit cabai untuk petani binaan, 5.500 bibit untuk program Gerakan Sekolah Menanam di SMA, serta 5.000 bibit untuk kelompok binaan TP PKK.

Selain itu, 38.000 bibit cabai telah disiapkan di Balai Beni Induk Hortikultura Telaga Kodokuntuk disalurkan kepada petani dan masyarakat. Gubernur juga mengajak seluruh bupati dan wali kota agar aktif mengendalikan inflasi pangan melalui strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.( ST01)