Ambon—Suaratimurnews.com Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Maluku mendorong gerakan tanam cabai serempak di seluruh kabupaten/kota sebagai langkah menekan laju inflasi pangan di daerah. Gerakan ini menjadi bagian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2025 yang didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Maluku.
Kepala BI Maluku, Muhammadi Latif mengatakan cabai merah dan cabai rawit masih menjadi komoditas utama penyumbang inflasi di Maluku.
“Sepanjang tahun 2015 hingga kini, cabai merah tercatat lima kali menjadi penyumbang inflasi, sedangkan cabai rawit tiga kali. Karena itu kita perlu mengubah mindset dari konsumen menjadi produsen,” ujar Kepala Perwakilan BI Maluku Muhammad Latif di lokasi Balai Beni, Induk Holtikultura Dinas Pertanian Provinsu Maluku Telaga kodok Rabu (13/8/2025).
Menurutnya , BI Maluku juga mendorong penerapan digital farming bagi kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi. Hingga 2025, enam kelompok tani telah mengadopsi teknologi ini.
“Digital farming terbukti mampu meningkatkan hasil pertanian dan mengurangi biaya, sehingga dapat menjaga kestabilan pasokan dan harga,” katanya.
Melalui GNPIP, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berupaya memastikan kelancaran pasokan, stabilitas harga, dan komunikasi efektif kepada masyarakat.
“Harapannya, inovasi ini diperluas ke lebih banyak kelompok tani, sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat Maluku,” tuturnya. (ST01)

