Ambon —Suaratimurnews.com Anggota DPRD Provinsi Maluku, Yan Zamora Noach, menyoroti kondisi pembangunan di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang genap berusia 17 tahun pada 21 Mei 2025. Dalam momentum peringatan hari jadi kabupaten itu, Noach menekankan pentingnya perhatian serius dari pemerintah pusat dan provinsi terhadap wilayah perbatasan tersebut.
“MBD saat ini ibarat remaja 17 tahun yang masih membutuhkan pendampingan dan topangan dari seluruh elemen bangsa,” ujar Noach.kepada wartawan digedung DPRD Maluku Senin (21/7/2025)
Sebagai daerah yang termasuk dalam kategori 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), MBD menghadapi tantangan berat, terutama dari segi infrastruktur dan pelayanan dasar. Salah satu masalah utama yang disorot Noach adalah akses layanan kesehatan yang dinilainya masih jauh dari memadai.
Menurut dia, tidak sedikit warga yang memilih berobat ke Timor Leste, karena jaraknya lebih dekat dibandingkan ke Ambon.
“Kalau ke Ambon harus menempuh ratusan kilometer, tapi ke Timor Leste hanya 17 kilometer. Ini kenyataan yang dihadapi masyarakat kita di perbatasan,” kata Noach. “Kami butuh rumah sakit yang layak agar tidak ada lagi stigma bahwa Garuda di dadaku, tapi perutku di Timor Leste.”
Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan belum meratanya keadilan sosial, meskipun Indonesia telah hampir delapan dekade merdeka. Noach mendorong agar pembangunan di MBD tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga mencakup pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, dan kesehatan.
Ia berharap peringatan hari ulang tahun ke-17 ini menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bersinergi membangun MBD.
“Kita semua punya tanggung jawab moral membangun MBD, baik sebagai rakyat, pejabat, maupun aparatur negara. Mari bekerja bersama demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.(*)

