Umat Buddha di Ambon Ikuti Perayaan Waisak tahun 2024

oleh -707 Dilihat

Ambon -Suaratimurnewscom – Puluhan umat Buddha yang tersebar Kota Ambon mengikuti perayaan Waisak 2568 BE Tahun 2024 di Vihara Swarna Giri Tirta, kawasan gunung Nona jalan Perumtel Kelurahan Wainitu, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon Kamis (23/5/2024) pagi

Ketua Walubi Maluku Wilhelmus Jauwerissa usai mengikuti perayaan Tri suci Waisak tahun 2024 kepada wartawan mengatakan,dengan tema ini untuk membangun kesadaran beragama dan harmonis itu sangat relevan dengan kehidupan kita sehari-hari.

Menurutnya barang siapa dengan kesadaran menghilangkan egoisme, kedengkian, kebencian, maka dia sudah dapat mengendalikan diri, sehingga semua menjadi harmonis, baik itu sebagai pengusaha, politisi, apapun profesinya kalau berpedoman kepada keyakinan, petunjuk dan pengendalian masing-masing pasti harmonis.

Tak hanya itu kita harus sadar, bahwa ada dua elemen yang selalu berlatarbelakang kehidupan kita yakni elemen positif dan negatif . kedua elemen Itu akan menjadi kunci perputaran kehidupan manusia, kita tidak melihat orang memberikan pengaruh negatif baru kita berikan penilaian, namun kalau negatif karma akan berjalan bagi diri kita sendiri.”ujarnya.

Begitu juga elemen positif maka dia akan memperoleh karma yang baik bagi dia sendiri.Oleh karena itu mari kita hindari saling cecar, mencari kesalahan, bangunlah hidup kebersamaan.

Dia menyebutkan tahapan pilpres telah berjalan dengan baik, semoga perhelatan Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota akan harmonis dan menghasilkan pigur pemimpin yang betul-betul mengayomi kepentingan rakyat.Semoga harapan ini kita sama sama berdoa untuk mencapai kesuksesan bersama.

Dia mengaku Inti dari perayaan hari Tri suci Waisak sebenarnya mengingatkan,jangan sampai kita lupa bahwa tahun bertambah tahun , masa demi masa lakukan kewajiban yang baik.

Dia menjelaskan ada istilah dari timur Ke barat ada kesempatan lakukan yang sebaik-baiknya, jangan menindas, merusak dan mencelakakan orang.Ketika kita sudah lari ke barat apapun yang terjadi sudah terlambat. Ada kesempatan, rejeki sudah hilang sehingga pertanggungjawaban ke akhirat menjadi masalah, waktu akan berjalan sesuai karma perbuatan kita.”ungkapnya.

Perayaan Waisak diawali dengan prosesi pradaksina, doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur umat Budha di Ambon, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian Waisak bersama dilakukan pradaksina umat’ Buddha mengelilingi Vihara Swarna Giri Tirta sebagai salah satu cara menghormati Buddha.(ST01)