Jasa Raharja Raih Dua Penghargaan IDTI Awards 2026 atas Transformasi Digital Berorientasi Masyarakat

oleh -3 Dilihat

Jakarta,Suaratimurnews.com Jasa Raharja kembali menerima pengakuan atas inovasi digitalnya yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya perlindungan dasar bagi korban kecelakaan.

Dalam ajang Indonesia Digital Technology & Innovation (IDTI) Awards 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Jumat, 30 Oktober 2026, Jasa Raharja meraih penghargaan Best Digital Customer Experience of the Year 2026 – National Champion, sementara Direktur
Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menerima penghargaan The Best Inspiring CEO in Digital Transformation of the Year 2026 – National Champion.Rabu (4/11/2026(

IDTI Awards merupakan ajang penghargaan yang diinisiasi oleh media ekonomi
BusinessUpdate.id bekerja sama dengan BRAIN IPB. Penghargaan diberikan
kepada perusahaan dan pemimpin yang dinilai mampu menghadirkan inovasi digital serta mendorong transformasi, kepemimpinan, dan keberlanjutan.
Bagi Jasa Raharja, apresiasi ini menjadi pengakuan atas upaya membangun
layanan digital yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Penghargaan ini kami maknai sebagai dorongan untuk terus memastikan
transformasi digital memberi manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Teknologi harus membantu warga memperoleh layanan yang lebih mudah, cepat, dan jelas, terutama ketika mereka membutuhkan perlindungan dasar saat
mengalami kecelakaan lalu lintas,” ujar Awaluddin.

Sebagai BUMN yang menjalankan mandat perlindungan sosial, Jasa Raharja
memandang teknologi sebagai salah satu cara untuk memperkuat negara hadir
melalui pelayanan publik yang responsif.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara
Indonesia dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Jasa Raharja terus
pengembangan layanan ini juga mendukung upaya Danantara Indonesia dalam mendorong pelayanan yang memberi nilai bagi masyarakat.

Awaluddin menjelaskan bahwa transformasi digital Jasa Raharja bertumpu pada integrasi proses bisnis, data, layanan, dan pengambilan keputusan.Fondasi teknologinya mencakup aplikasi inti untuk proses dan manajemen klaim, platform data, analitik, serta infrastruktur dan keamanan digital.

Sistem tersebut menghubungkan Jasa Raharja dengan berbagai mitra, termasuk kepolisian, rumah sakit, Samsat, lembaga keuangan, dan instansi terkait.Inovasi yang berjalan mencakup layanan digital melalui JR Care, JR Connect, dan MyJasfren, otomatisasi proses internal, serta penggunaan artificial intelligence (AI)

untuk membantu verifikasi dokumen dan analisis data.

AI juga dimanfaatkan dalam
sejumlah proses, antara lain pemeriksaan dokumen pengajuan santunan dan
prediksi penerimaan sumbangan wajib. Implementasinya dilakukan bertahap dengan pengendalian akses, perlindungan data, pemantauan, dan tata kelola sebagai bagian dari pengembangan.

Capaian hingga 2026 menunjukan perluasan akses layanan digital, validasi data
Samsat yang menggunakan bantuan AI, serta pemanfaatan dasbor untuk memantau
kinerja operasional. Dampak yang dituju adalah proses yang lebih efisien, keputusan
yang lebih berbasis data, dan layanan yang makin mudah diakses.

Roadmap 2026-2030 disusun bertahap, untuk memperkuat fondasi dan integrasi,
meningkatkan kapabilitas analitik, lalu mengembangkan transformasi adaptif untuk mendukung pelayanan prima.

“Ukuran keberhasilan digitalisasi bukan hanya pada sistem yang dibangun,
melainkan pada kemudahan masyarakat saat mengakses layanan dan kepastian
saat membutuhkan bantuan. Karena itu, kami akan terus memperkuat integrasi,
keamanan, dan kualitas proses agar perlindungan dapat diberikan secara tepat,”
kata Awaluddin.

Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh insan Jasa Raharja untuk
melanjutkan transformasi digital yang sudah berjalan dan menjaga agar inovasi tetap selaras dengan kebutuhan publik. Jasa Raharja akan terus mengembangkan
layanan yang terhubung, tepercaya, dan berfokus pada manfaat nyata bagi
masyarakat.(*(