Ekonomi Maluku Tumbuh 5,31%, Lampaui Pertumbuhan Nasional

oleh -15 Dilihat

Ambon, -Suaratimurnews.com Perekonomian Maluku menunjukkan kinerja positif pada kuartal II-2026. Ekonomi daerah tumbuh 5,31% secara tahunan (year-on-year/yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29%.

Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, menyampaikan capaian tersebut dalam kegiatan OJK Maluku Bastory Triwulan II 2026, bersama wartwawan di lantai V Kantor OJK Provinsi Maluku, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, pertumbuhan tersebut menjadi sinyal positif bagi perekonomian Maluku sekaligus memperkuat peran sektor jasa keuangan dalam menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Struktur perekonomian Maluku masih didominasi tiga sektor utama, yakni Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 23,64%, Administrasi Pemerintahan 20,77%, serta Perdagangan 14,55% terhadap struktur PDRB Maluku.

Kredit Perbankan Tumbuh 5,84%
Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, intermediasi perbankan di Maluku juga menunjukkan perkembangan positif.
Hingga Juni 2026, penyaluran kredit perbankan mencapai Rp20,79 triliun, tumbuh 5,84% yoy.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp17,29 triliun, tumbuh 1,51% yoy, sedangkan total aset perbankan mencapai Rp35,16 triliun, meningkat 7,32% yoy.

Pembiayaan kepada sektor UMKM juga terus didorong. Kredit UMKM tercatat Rp6,31 triliun, tumbuh 0,78% yoy. Sementara kredit konsumtif meningkat 8,57% yoy.

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) turut menjadi instrumen penting dalam memperluas akses pembiayaan. Sepanjang Januari-Juni 2026, penyaluran KUR di Maluku mencapai Rp649,58 miliar kepada 12.148 debitur.

Namun, OJK tetap menyoroti kualitas kredit. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berada di level 4,28%, sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 120,25%.

Perbankan Syariah Tumbuh 17,12%
Pertumbuhan lebih tinggi juga tercatat pada industri perbankan syariah.Hingga Juni 2026, total aset perbankan syariah di Maluku mencapai Rp1,10 triliun, tumbuh 17,12% yoy.

Penyaluran pembiayaan meningkat 24,26% yoy menjadi Rp791,72 miliar, sedangkan Dana Pihak Ketiga mencapai Rp725,41 miliar, tumbuh 13,98% yoy.
Dari sisi kualitas, pembiayaan syariah masih terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) 1,18% dan Financing to Deposit Ratio (FDR) 109,14%.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Maluku mulai berjalan seiring dengan penguatan fungsi intermediasi sektor jasa keuangan, meski kualitas kredit dan keberlanjutan pembiayaan tetap menjadi perhatian ke depan.(*)