Jukulele Warnai HUT ke-451 Kota Ambon, Ely Toisutta: Musik Kekuatan Budaya dan Perdamaian

oleh -13 Dilihat

Ambon, -Suaratimurnews.com Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggelar Lomba Jukulele Tingkat Kecamatan Sirimau Tahun 2026 di Taman Budaya, Karang Panjang, Ambon, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta mengatakan lomba jukulele memiliki makna penting bagi Kota Ambon yang sejak 2019 ditetapkan UNESCO sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network bidang musik dengan predikat City of Music.

“Predikat City of Music bukan sekadar gelar, tetapi merupakan identitas sekaligus tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, mengembangkan dan mewariskan kekayaan musik yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Ambon,” kata Ely dalam sambutannya.

Menurut dia, musik bagi masyarakat Ambon dan Maluku tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Musik juga menjadi sarana membangun kebersamaan, mempertemukan berbagai perbedaan, sekaligus menyampaikan pesan perdamaian.

Ely menilai jukulele merupakan salah satu kekayaan musik yang dekat dengan masyarakat. Instrumen tersebut, kata dia, memiliki nilai kebersamaan dan kreativitas yang perlu terus dikembangkan.
Karena itu, Ely meminta kegiatan tersebut tidak hanya dipandang sebagai ajang kompetisi untuk memperebutkan juara.

“Festival ini jangan hanya dimaknai sebagai perlombaan untuk mencari juara, tetapi harus menjadi ruang silaturahmi, ruang kreativitas dan ruang untuk memperkuat kebersamaan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap festival jukulele dapat menjadi wadah untuk memperkuat potensi dan kreativitas lokal serta mempererat persatuan masyarakat.

Selain aspek budaya, Ely menyebut kegiatan tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kecil.

Kepada para peserta, Ely berpesan agar tampil percaya diri dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia juga meminta peserta menjadikan festival tersebut sebagai kesempatan untuk belajar sekaligus mengembangkan bakat.

“Pada akhirnya, kemenangan bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi juga tentang keberanian untuk tampil, kesempatan untuk belajar dan pengalaman yang kita dapatkan bersama,” tuturnya.

Ely kemudian mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan musik sebagai kekuatan budaya Kota Ambon.

“Mari kita buktikan bahwa musik bukan hanya menghibur, tetapi mampu menyatukan perbedaan, menyebarkan pesan perdamaian, menumbuhkan cinta dan mempererat persaudaraan,” pungkasnya.(ST02)