Warga Desa Ahiolo Tandu Ibu Hamil Karena Tak Ada Akses Jalan, Harapkan Perhatian Serius Pemerintah

oleh -84 Dilihat

Seram Bagian Barat,-Suaratimurnews.com Kondisi infrastruktur yang belum memadai kembali menjadi sorotan di Kabupaten Seram Bagian Barat. Seorang ibu hamil asal Desa Ahiolo, Kecamatan Elpaputih, terpaksa ditandu oleh warga karena tidak tersedianya akses jalan yang dapat dilalui kendaraan roda empat menuju desa tersebut.

Ibu Marici Haikutty (40), yang telah memasuki masa persalinan, pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIT, harus dievakuasi secara manual oleh puluhan warga.

Dengan penuh gotong royong, warga menandu Marici menuju Kali Tala sebelum kemudian menyeberangkannya menggunakan rakit bambu agar dapat mencapai jalan utama, tempat kendaraan menjemputnya untuk dibawa ke Puskesmas Elpaputih guna mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa ini menggambarkan kondisi yang telah lama dihadapi masyarakat Desa Ahiolo. Ketiadaan akses jalan yang layak membuat setiap warga yang sakit, termasuk ibu hamil yang hendak melahirkan, harus ditandu secara bergantian oleh masyarakat sebelum dapat diangkut menggunakan kendaraan.

Selain minimnya akses transportasi, warga juga mengeluhkan tidak adanya tenaga kesehatan yang bertugas di Desa Ahiolo. Ketiadaan petugas medis maupun fasilitas pelayanan kesehatan yang berfungsi secara optimal dinilai menjadi salah satu penyebab lambatnya penanganan bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan darurat.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, khususnya Bupati Seram Bagian Barat, segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut.

Warga meminta pembangunan akses jalan yang layak menuju Desa Ahiolo agar kendaraan dapat langsung menjangkau permukiman warga, sehingga proses evakuasi pasien tidak lagi bergantung pada tandu dan rakit bambu.

Selain pembangunan infrastruktur, masyarakat juga mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat untuk menempatkan tenaga kesehatan secara permanen di Desa Ahiolo.

Kehadiran petugas medis dinilai sangat penting agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil dapat berjalan lebih cepat, aman, dan optimal.

Peristiwa ini menjadi potret nyata masih adanya wilayah di Kabupaten Seram Bagian Barat yang menghadapi keterbatasan akses jalan dan layanan kesehatan.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak terus berulang dan keselamatan masyarakat, khususnya ibu hamil dan pasien darurat, dapat lebih terjamin.(OP)