Pemkot Ambon Gandeng Bank Indonesia Kembangkan Ekonomi Digital

oleh -27 Dilihat

Ambon, -Suaratimurnews.com Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggandeng Bank Indonesia untuk mendorong pengembangan ekonomi digital, khususnya dalam memperkuat UMKM dan sektor pariwisata.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy, mengatakan pemanfaatan digitalisasi menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Coffee Morning “BAGARA (Bahas Gagasan dan Rencana Aksi)” di Ambon, Rabu (8/4/2026).

Menurut Ronald, penguatan ekonomi digital harus didukung dengan data indeks digitalisasi, termasuk penggunaan smart payment dan e-commerce. Data tersebut dinilai penting sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan.

“Kalau datanya tersedia, ini akan sangat membantu dalam komunikasi kebijakan dan perencanaan pembangunan ekonomi digital yang lebih masif,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, tren digitalisasi di Ambon menunjukkan peningkatan positif. Indeks smart city tercatat naik dari 2,87 pada 2023 menjadi 3,1 pada 2024 dan diproyeksikan terus meningkat.

Ronald menegaskan, pertumbuhan ekonomi harus memberikan dampak langsung kepada masyarakat, terutama dalam menekan angka kemiskinan, membuka lapangan kerja, dan menjaga stabilitas ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi Ambon masih berada pada tren positif dan berdampak pada penurunan angka kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut turut berkontribusi pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Ambon yang kini berada di kisaran 80 persen.

Dalam upaya mendorong sumber pertumbuhan baru, Pemkot Ambon fokus pada pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis digital. Pembangunan pusat ekonomi kreatif dan ruang terbuka publik juga terus didorong sebagai penunjang aktivitas masyarakat.

Selain itu, Ronald menekankan pentingnya keberlanjutan UMKM. Ia mengingatkan agar bantuan modal harus disertai pendampingan yang tepat agar usaha dapat berkembang.
“Bantuan modal harus dibarengi dengan pendampingan, agar tidak digunakan secara konsumtif, tetapi benar-benar mendorong usaha berkembang,” tegasnya.

Ia juga mendorong kolaborasi yang lebih erat dengan Bank Indonesia dalam memberikan edukasi kepada pelaku usaha terkait sistem pembayaran digital dan platform e-commerce.

“Kami berharap ada kolaborasi untuk menjangkau pelaku usaha yang belum tersentuh informasi digital, dengan turun langsung ke lapangan,” tambahnya.

Di sisi lain, pengembangan sektor pariwisata, khususnya wisata bahari, dinilai memiliki potensi besar. Namun, persoalan pengelolaan sampah masih menjadi tantangan yang perlu ditangani secara serius.

Melalui sinergi lintas sektor, Pemkot Ambon optimistis pertumbuhan ekonomi digital dan sektor riil dapat berjalan beriringan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)