Pasar Modal Maret 2026 Bergejolak, IHSG Anjlok 14,42%

oleh -40 Dilihat

Jakarta,-Suaratimurbews.com Kinerja pasar modal domestik mengalami tekanan signifikan sepanjang Maret 2026 di tengah meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.048,22 pada akhir Maret 2026, turun tajam 14,42% secara bulanan (mtm) dan melemah 18,49% sejak awal tahun (ytd).

Aktivitas perdagangan juga mengalami perlambatan. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tercatat Rp20,66 triliun, turun dibandingkan Februari 2026 yang mencapai Rp25,62 triliun. Pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see di tengah volatilitas global.demikian penjelasan rilis yang di Terima media ini Selasa 7/4/2026

Dari sisi likuiditas, rata-rata bid-ask spread masih terjaga di level 1,55 kali, meski meningkat dibanding bulan sebelumnya. Sementara itu, investor asing mencatatkan net sell cukup besar yakni Rp23,34 triliun, berbalik arah dari bulan sebelumnya yang masih net buy.

Di pasar obligasi, tekanan juga terlihat. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turun ke level 433,16 atau terkoreksi 2,03% mtm. Yield Surat Berharga Negara (SBN) naik rata-rata 44,47 basis poin secara bulanan, mencerminkan meningkatnya persepsi risiko investor.

Investor nonresiden mencatat net sell Rp21,80 triliun di pasar SBN. Namun, di obligasi korporasi masih terjadi net buy sebesar Rp0,92 triliun.

Di tengah tekanan pasar, industri pengelolaan investasi menunjukkan ketahanan. Nilai Asset Under Management (AUM) tercatat Rp1.084,10 triliun, turun tipis 1,62% mtm namun masih tumbuh 3,97% ytd.

Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat Rp695,71 triliun, turun 2,51% mtm, namun tetap tumbuh 3,02% ytd. Hal ini didukung oleh net subscription yang mencapai Rp29,12 triliun sepanjang tahun berjalan.

Jumlah investor pasar modal juga terus meningkat. Sepanjang Maret 2026, terdapat tambahan 1,78 juta investor baru, sehingga total investor mencapai 24,74 juta atau tumbuh 21,51% ytd.

Penghimpunan Dana Capai Rp51,96 Triliun
Dari sisi pembiayaan, pasar modal tetap berperan penting. Hingga Maret 2026, nilai fundraising korporasi mencapai Rp51,96 triliun, terdiri dari 1 IPO, 6 penawaran umum efek utang/sukuk, serta 36 penawaran berkelanjutan.

Selain itu, pipeline pasar modal mencatat 53 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif Rp25,79 triliun.

Penggalangan dana melalui securities crowdfunding (SCF) juga terus berkembang dengan tambahan 14 efek baru dan total dana terkumpul mencapai Rp1,90 triliun.

Di pasar derivatif keuangan, hingga akhir Maret 2026 terdapat 113 pihak yang telah memperoleh persetujuan prinsip. Volume transaksi selama Maret mencapai 34.480 lot dengan frekuensi 308.260 transaksi.

Sementara itu, Bursa Karbon mencatat 153 pengguna jasa sejak diluncurkan pada September 2023. Sepanjang Maret 2026, volume transaksi mencapai 43.117 tCO2e dengan akumulasi nilai transaksi Rp93,71 miliar.

Dalam upaya menjaga integritas pasar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat penegakan aturan. Sepanjang Maret 2026, OJK menjatuhkan sanksi administratif berupa denda Rp8,57 miliar kepada sejumlah pelaku pasar.

Untuk kasus manipulasi pasar, OJK juga mengenakan denda Rp15,9 miliar kepada enam pihak. Secara kumulatif sepanjang 2026, total sanksi denda telah mencapai Rp62,78 miliar kepada 68 pihak.

Selain itu, OJK juga menjatuhkan berbagai sanksi lain seperti pembekuan izin, pencabutan izin, hingga peringatan tertulis guna meningkatkan disiplin dan transparansi pelaku pasar.(*)