Ambon, Suaratimurnews.com – Memasuki bulan suci Ramadan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menyelenggarakan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat.
Program GERAK Syariah 2026 diluncurkan secara nasional pada 26 Februari 2026 dan dilaksanakan di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Maluku, melalui sejumlah kegiatan edukasi yang menyasar berbagai kalangan masyarakat.
Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Mohammad Yusuf, mengatakan sepanjang rangkaian kegiatan tersebut pihaknya telah melaksanakan berbagai program edukasi dan literasi keuangan syariah. Hal itu disampaikan dalam kegiatan media OJK Maluku Bastori yang digelar di Ambon, Rabu.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah (KOLAK) melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi penyuluh agama Islam, serta program SICANTIKS (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah) yang menyasar kaum ibu untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan berbasis syariah.
Selain itu, OJK juga melaksanakan program SAKINAH (Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah) yang ditujukan bagi kalangan santri, serta sosialisasi perencanaan keuangan melalui kegiatan Lomba Fin Da’i Cilik.
Upaya edukasi juga dilakukan melalui berbagai media, seperti podcast bersama Komunitas Ruang Biru serta dialog di TVRI Maluku dengan tema “Masa Depan Ekonomi Syariah Maluku.”
Kegiatan literasi keuangan syariah juga menyasar kalangan pelajar, antara lain melalui edukasi kepada siswa MTs Negeri 1 Maluku Tengah serta kegiatan edukasi yang dirangkaikan dengan Lomba Seni Hadrah pada puncak acara GERAK Syariah Tahun 2026.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, OJK berharap pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah semakin meningkat sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Provinsi Maluku.(ST01)

