Ambon,Suaratimurnews.com Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyampaikan klarifikasi terkait jumlah kuota tiket mudik gratis menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 di Provinsi Maluku.
Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri rapat konsolidasi pengamanan Idulfitri yang digelar Kepolisian Daerah Maluku yang melibatkan berbagai pihak terkait untuk memastikan kesiapan pengamanan serta kelancaran arus mudik di wilayah Maluku.
Lewerissa menjelaskan, berdasarkan surat dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, kuota tiket mudik gratis tahun 2026 mengalami peningkatan sebesar 40 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun 2025 kuota tiket mudik gratis untuk Maluku sebanyak 10.600 tiket. Sementara pada tahun 2026 ini meningkat menjadi sekitar 14.000 tiket, atau naik sekitar 40 persen,” kata Lewerissa kepada wartawan di Lobi Kantor Gubernur Maluku Kamis (5/6/2026).
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Maluku juga berupaya memperluas akses masyarakat terhadap program mudik gratis tersebut. Untuk itu, Pemprov telah menyurati Kementerian Perhubungan guna mengajukan tambahan kuota.
Menurut Lewerissa, pada tahap pertama atau gelombang pertama, permohonan Pemprov Maluku telah disetujui dengan kuota sebanyak 14.000 tiket gratis bagi masyarakat.
“Kami juga sudah mengirimkan surat kedua untuk meminta tambahan kuota. Estimasi tambahan yang kami harapkan bisa mencapai sekitar 10.000 tiket lagi,” ujarnya.
Jika permohonan tersebut disetujui oleh pemerintah pusat, lanjutnya, maka semakin banyak masyarakat Maluku yang dapat memanfaatkan fasilitas mudik gratis untuk kembali ke kampung halaman merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga.
“Semoga permohonan tambahan ini bisa direspons oleh Kementerian Perhubungan. Kalau disetujui, tentu kami menyambutnya dengan penuh sukacita dan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat,” kata Lewerissa.
Selain mengandalkan program dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Maluku juga menyiapkan dukungan tambahan berupa bantuan tiket gratis bagi masyarakat yang ingin mudik tanpa harus menanggung biaya perjalanan.
Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya yang membutuhkan, agar dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.(ST01)

