Ambon–Suaratimurnews.com Pemerintah Provinsi Maluku memastikan peletakan batu pertama pengembangan proyek strategis nasional Blok Migas Masela akan dilaksanakan pada Maret 2026. Momentum tersebut dinilai menjadi awal terbukanya ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat, khususnya di Maluku.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengatakan pemerintah daerah saat ini terus melakukan komunikasi intensif dengan investor asal Jepang yang terlibat dalam proyek tersebut, termasuk pihak kontraktor yang akan menangani pekerjaan konstruksi.
Menurut Lewerissa, pada tahap awal pembangunan diperkirakan akan dibutuhkan sekitar 1.000 hingga 2.000 tenaga kerja. Kebutuhan terbesar berada pada sektor pengamanan atau sekuriti.
“Kenapa saya selektif? Karena mereka akan membangun pagar dan fasilitas lainnya. Kebutuhan sekuriti cukup banyak, sebab aktivitas berlangsung pagi, siang, sore hingga malam,” ujar Lewerissa di sela perayaan ulang tahunnya ke-58 di kediaman gubernur kawasan Mangga Dua, Ambon, Senin (2/3/2026).
Ia menegaskan, tenaga kerja lokal harus dipersiapkan sejak dini melalui pelatihan dan pembekalan keterampilan. Pemerintah daerah mendorong generasi muda Maluku mengikuti pelatihan agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan proyek.
“Begitu kesempatan kerja itu ada, anak-anak kita harus siap dan bisa mengisi posisi tersebut,” katanya.
Pada puncak operasional nanti, proyek Blok Abadi diproyeksikan mampu menyerap antara 15.000 hingga 20.000 tenaga kerja. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi Maluku.
Lewerissa mengingatkan bahwa peluang kerja tersebut terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia. Karena itu, jika masyarakat Maluku tidak mempersiapkan diri, maka peluang tersebut berpotensi diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah.
“Indonesia ini terbuka. Orang Maluku bisa bekerja di Papua, Jakarta, Medan, atau Aceh. Begitu juga sebaliknya. Karena itu, kita di Maluku harus menyiapkan sumber daya manusia agar mampu bersaing,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Maluku, lanjut dia, berkomitmen mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja lokal melalui pelatihan vokasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, sehingga manfaat proyek strategis nasional tersebut dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat Maluku.(ST01)

