Wattimena Apresiasi Festival Budaya di Gong Perdamaian Dunia, Perkuat Harmoni Orang Basudara

oleh -31 Dilihat

Ambon –Suaratimurnews.com Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, menghadiri Festival Budaya “Orang Basudara” yang mengusung tema Harmoni dalam Keberagaman Lestari dalam Budaya di kawasan Gong Perdamaian Dunia, Sabtu Malam (28/2/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan nilai persaudaraan di Kota Ambon melalui pentas seni dan budaya yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, Wattimena menegaskan bahwa Gong Perdamaian Dunia bukan sekadar monumen, melainkan simbol komitmen bersama untuk menjaga dan membangun perdamaian di Kota Ambon.

“Gong Perdamaian Dunia dibuat sebagai simbol bagaimana kita berupaya membangun perdamaian lewat kehidupan orang basudara di Kota Ambon.

Kita pernah mengalami persoalan di masa lalu, tetapi itu adalah bagian dari sejarah. Yang terpenting hari ini adalah memastikan peristiwa itu tidak boleh terulang kembali,” kata Wattimena.

Ia menekankan bahwa perdamaian harus terus hidup, tumbuh, dan berkembang di kota yang penuh keberagaman tersebut.Keberagaman merupakan potensi besar apabila dikelola dengan baik, namun dapat menjadi ancaman bila tidak dirawat secara bijaksana.

“Keberagaman itu jika dikelola dengan baik akan menjadi kekuatan untuk membangun kota ini semakin maju. Sebaliknya, jika tidak dikelola dengan baik, dia bisa menjadi ancaman,” ujarnya.

Wattimena menyebut upaya membangun kehidupan bersama di Kota Ambon terus dilakukan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Ambon, salah satunya melalui penguatan budaya sebagai sarana mempererat persaudaraan.

Ia menjelaskan, budaya bukan sekadar warisan leluhur, melainkan solusi untuk masa depan. Melalui kolaborasi seni tradisional, seni modern, hingga seni Islami, masyarakat dapat membangun harmoni yang mencerminkan kehidupan orang basudara.

“Budaya hari ini bukan hanya warisan, tetapi harus menjadi solusi untuk masa depan. Lewat kolaborasi tari, musik bambu, rebana, hingga musik modern seperti terompet, semua bisa bersatu menciptakan harmoni,” katanya.

Menurutnya, sejumlah sekolah di Ambon bahkan telah menjadi percontohan dengan memadukan berbagai unsur musik dalam satu orkestra, mulai dari suling bambu, musik Islami, hingga alat musik modern.

Wattimena juga mengapresiasi Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX dan panitia penyelenggara yang telah menginisiasi festival tersebut. Ia berharap kegiatan serupa terus digelar untuk memperkuat nilai persaudaraan dan membangun masa depan Kota Ambon yang lebih baik.

“Ambon hanya bisa dibangun semakin baik kalau kita semua hidup dalam semangat orang basudara,” ujarnya.

Festival budaya tersebut turut dimeriahkan berbagai penampilan seni tradisional dan modern yang dibawakan generasi muda Ambon untuk tampil, para peserta tetap menunjukkan semangat dalam memeriahkan acara.(ST01)