Ambon ,-Suaratimurnews.com PT Pelni menerapkan potongan tarif sebesar 20 persen untuk seluruh rute pelayaran pada periode Natal dan Tahun Baru 2025–2026. Diskon dihitung dari harga dasar tiket, tidak termasuk komponen asuransi dan pas penumpang.
Kebijakan itu mulai bisa diakses sejak 21 November 2025. Namun, Pelni menegaskan potongan tarif hanya berlaku untuk jadwal pelayaran 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Di luar rentang tersebut, tarif kembali normal.
“Jika kuota habis sebelum 10 Januari, sistem otomatis kembali ke harga penuh,” kata General Manager Pelni Ambon, Marthin Hariyanto, seusai Rapat Kerja dengan Komisi III DPRD Maluku, Selasa, 2/12/ 2025.
Marthin menyebut kuota diskon secara nasional berkisar 800 hingga 1.000 kursi, sehingga menjadi rebutan penumpang di berbagai daerah. Kuota tidak dibagi per cabang, melainkan dikelola terpusat dan dapat dialihkan ke daerah dengan permintaan tinggi.
“Jika satu cabang tidak banyak peminat, kuotanya bisa dialihkan ke cabang lain. Termasuk ke Ambon bila dibutuhkan,” ujarnya.
Pelni mendapatkan dispensasi diskon setelah melalui proses Uji Petik oleh Kementerian Perhubungan. Pemeriksaan ini menilai kesiapan kapal, terutama ketersediaan dan kelayakan alat keselamatan.
“Dispensasi tak diberikan begitu saja. Jumlah penumpang yang mendapat diskon harus sesuai kapasitas alat keselamatan di kapal,” kata Marthin.(ST01)

