Bank Indonesia dan TNI AL Kembali Gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat Menjangkau Maluku

oleh -116 Dilihat

Ambon—Suaratimurnews.com Bank Indonesia (BI) kembali melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) menjangkau wilayah Maluku pada 24–30 September 2025. Menggunakan KRI Gulama, ekspedisi kali ini menyasar Pulau Banda, Pulau Seram (Siwalalat dan Kiandarat), serta Pulau Buru (Kepala Madan dan Leksula).

Kegiatan dilepas di Dermaga Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) Halong, Ambon, Rabu (23/9/2025). Program hasil kerja sama BI dan TNI Angkatan Laut itu bertujuan memastikan ketersediaan Rupiah hingga wilayah terdepan, terpencil, dan terluar (3T).

Kepala Grup Pengelolaan Uang Rupiah BI, Hari Widodo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku, BNI, serta TNI AL atas dukungan penuh terhadap program tersebut.“Sinergi ini menunjukkan komitmen bersama menjaga kedaulatan negara, baik dalam pengamanan wilayah maupun kedaulatan Rupiah,” ujarnya

Sejak 2012, BI bersama TNI AL telah melaksanakan 132 ekspedisi dan menjangkau lebih dari 6.500 pulau di Indonesia. Pada 2024, nilai Rupiah yang diedarkan melalui ERB mencapai Rp169,4 miliar, sementara hingga September 2025 jumlahnya menembus Rp136 miliar di 81 pulau.

Hari menegaskan, Indonesia menghadapi tantangan geografis sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau. “Di Maluku, hanya sekitar delapan persen wilayah berupa daratan, selebihnya lautan. Kondisi ini membuat distribusi uang tidak mudah. Karena itu, sinergi dengan TNI AL sangat vital,” katanya.

Ia menambahkan, Rupiah bukan sekadar alat pembayaran, melainkan juga simbol kedaulatan dan pemersatu bangsa. Karena itu, BI terus mengedukasi masyarakat melalui program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Program ERB pun mendapat pengakuan internasional. Pada 2024, program ini meraih Central Banking Award ke-11 sebagai inisiatif terbaik di bidang mata uang. Tahun ini, BI menargetkan 18 kali ekspedisi di 18 provinsi, mencakup 91 pulau wilayah 3T. Maluku menjadi pelaksanaan ke-16 sebelum berlanjut ke Surabaya dan Sulawesi Selatan.

“Rupiah adalah simbol kedaulatan negara. Hanya negara merdeka yang memiliki mata uang sendiri, dan kita harus memastikan Rupiah berdaulat di seluruh pelosok negeri,” tegas Hari.

Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, yang hadir mewakili Gubernur Hendrik Lewerissa, menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan ini.

“Ekspedisi ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan alat transaksi, tetapi juga bagian dari menjaga kedaulatan negara dan identitas bangsa. Dengan memastikan uang Rupiah cukup dan layak edar, BI membantu menggerakkan roda perekonomian hingga ke masyarakat paling bawah,” katanya.

Sadali mengakui tantangan geografis Maluku yang terdiri atas ribuan pulau kerap menjadi kendala dalam memenuhi kebutuhan dasar, termasuk akses uang tunai. Karena itu, kerja sama BI dengan TNI AL dianggap sebagai kunci distribusi hingga ke pulau-pulau terpencil yang belum terjangkau perbankan.

“Dengan dukungan penuh TNI AL, distribusi Rupiah bisa menjangkau masyarakat di pulau-pulau yang sulit dijangkau. Ini memastikan setiap warga negara memiliki akses yang sama terhadap kebutuhan pokok, termasuk uang tunai,” tambahnya.

Sementara itu Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral), Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, menegaskan bahwa ekspedisi ini tidak hanya membawa misi Rupiah berdaulat, tetapi juga manfaat langsung bagi masyarakat pesisir.

“Selain promosi dan edukasi, kami juga menghadirkan layanan kesehatan terapung. Mini klinik terapung ini menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis dan obat-obatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Layanan kesehatan tersebut akan menjangkau sejumlah pulau kecil yang dilalui kapal ekspedisi. “Sederhana, tapi bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Hanarko juga menekankan pentingnya laut sebagai penopang masa depan bangsa, khususnya di Maluku.
“Ambon itu memang indah. Semboyan saya di sini: kode beta punya laut, beta punya masa depan,” tandasnya.(ST01)