Lekransy: Petugas Promosi Kesehatan, Elemen Penting Gerakan Masyarakat Sehat

oleh -151 Dilihat

Ambon,–Suaratimurnews.com Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kesra yang juga Plt. Kadis Kominfo dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy, menekankan pentingnya penyiapan sumber daya manusia (SDM) petugas promosi kesehatan puskesmas dalam menunjang program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kota Ambon pada Kamis (21/8/2025)

Menurutnya, peningkatan derajat kesehatan masyarakat saat ini tidak bisa hanya bertumpu pada upaya kuratif dan rehabilitatif. Upaya promotif dan preventif justru harus diperkuat, yang membutuhkan SDM handal dan terlatih.

Hal ini disampaikan Lekransy saat memberikan materi pada Workshop Inovasi Edukasi Berbasis Digital bagi petugas promosi kesehatan dari 22 puskesmas di Kota Ambon, yang berlangsung di Hotel Everbright.

“Promosi kesehatan merupakan program wajib di puskesmas. Karena itu, petugas perlu dibekali pengetahuan, termasuk mengenai penyelenggaraan komunikasi, informatika, dan persandian dalam kebijakan nasional yang juga diikuti pemerintah provinsi, kabupaten/kota, termasuk Kota Ambon,” jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu pendekatan promosi kesehatan yang dilakukan melalui penyuluhan patut diapresiasi. Namun, langkah itu perlu dilengkapi dengan inovasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK), termasuk pemanfaatan kanal media sosial resmi, agar masyarakat lebih mudah mengakses informasi, layanan kesehatan, hingga peluang ekonomi.

Lebih lanjut, Lekransy menyinggung program prioritas Pemerintah Kota Ambon di sektor kesehatan, yakni prioritas ke-8 tentang pelayanan pendidikan dan kesehatan berkualitas, serta prioritas ke-13 mengenai pembangunan Ambon Smart City, di mana aspek kesehatan masuk dalam dimensi pelayanan Smart Living.

Saat ini, sejumlah layanan kesehatan berbasis TIK telah diimplementasikan, antara lain Rekam Medis Elektronik (RME), Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE), hingga telemedisin. “Semua diarahkan untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Menutup materinya, Lekransy mengingatkan peserta agar peka terhadap dinamika media sosial yang kerap memunculkan opini publik tentang layanan kesehatan. “Para petugas promosi kesehatan harus hadir sebagai pemberi solusi, serta menjaga soliditas dan solidaritas sebagai mitra kerja,” pungkasnya.(Yani)