Gedung Balai Kota Ambon Bocor, Butuh Anggaran Rp 10–15 Miliar untuk Perbaikan

oleh -149 Dilihat

Ambon, -Suaratimurnews.com Intensitas hujan tinggi yang melanda Kota Ambon dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada berbagai fasilitas, termasuk gedung Balai Kota Ambon. Sejumlah ruangan di gedung tersebut dilaporkan mengalami kebocoran parah hingga menyebabkan kerusakan di ruang kerja dan koridor.

Kepala Bagian Umum Pemerintah Kota Ambon, Herman Tetelepta, mengungkapkan bahwa kebocoran terjadi di banyak titik. “Perlu dijelaskan bahwa kami telah berupaya memperbaiki kerusakan-kerusakan tersebut, namun karena jumlahnya yang cukup banyak, perbaikannya dilakukan secara bertahap,” kata Herman saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/8/2025).

Menurut Herman, total biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan seluruh kerusakan di gedung tersebut diperkirakan mencapai Rp 10 miliar hingga Rp 15 miliar. Adapun jika pemerintah memilih membangun gedung baru, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan sebesar Rp 35 miliar hingga Rp 50 miliar.

“Dengan membandingkan antara biaya perbaikan dan pembangunan baru, kami menilai pembangunan gedung baru lebih menguntungkan. Selain representatif, pemerintah kota nantinya memiliki dua aset bangunan yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah),” ujar Herman.

Ia menambahkan, lokasi yang dipertimbangkan untuk pembangunan gedung baru adalah kawasan Passo, Kecamatan Baguala.

Seorang pegawai di lingkungan Balai Kota Ambon yang enggan disebutkan namanya mengaku kondisi gedung saat ini sangat memprihatinkan. “Kalau hujan turun, air merembes dari mana-mana. Situasinya sangat tidak nyaman untuk bekerja,” ujarnya.

Herman berharap kondisi ini dapat menjadi perhatian serius Wali Kota Ambon untuk segera mengambil langkah strategis, termasuk mempertimbangkan opsi pembangunan gedung balai kota yang baru.(*)