Ambon -Suaratimurnews.com Dinas Pertanian Provinsi Maluku mendorong peningkatan produksi pangan lokal untuk menekan laju inflasi, terutama pada komoditas seperti cabai rawit, bawang merah, telur, dan sayur-sayuran yang sering mengalami fluktuasi harga.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggalakkan Gerakan Sekolah Menanam. Program ini melibatkan pelajar tingkat SMA/SMK untuk menanam tanaman pangan secara mandiri di lingkungan sekolah.
“Gerakan ini sudah kami edarkan ke seluruh bupati dan wali kota. Untuk tahap awal, kami jalankan pilot project di 11 sekolah, termasuk SMK Pertanian Passo,” kata Kepala Dinas Pertanian Maluku Ilham Tauda diruang kerjanya, Rabu (25/6/2025).
Sementara itu, 10 sekolah lainnya dijangkau melalui penyuluh pertanian dari Kota Ambon dan Maluku Tengah, yang melakukan pendampingan langsung. Dinas juga membagikan bibit,, dan polybag ke sekolah-sekolah peserta.
Uniknya, gerakan ini dikemas dalam bentuk lomba. Sekolah yang berhasil mengelola tanamannya dengan baik akan mendapat hadiah dan dukungan dari Bank Indonesia.
“Dengan cara ini, siswa bisa belajar praktik pertanian langsung sekaligus membantu jaga pasokan pangan,” ujarnya.
Langkah ini diharapkan jadi solusi jangka menengah dalam menekan inflasi pangan sekaligus membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya sektor pertanian.( ST01)

