Pemda Buru Peringati Hari Otda, Mendagri Tekankan Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045

oleh -272 Dilihat

Namlea,Suaratimurnews.com Pemerintah Daerah Kabupaten Buru memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-29 dengan menggelar upacara di halaman Kantor Bupati Buru yang diikuti oleh jajaran ASN, Forkopimda, pada jumat (26/4/2925).

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nawawi Ibrahim Tinggapy, S.Sos , Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa tema Hari Otda 2025, yaitu “Otonomi Daerah 2025: Merawat Sinergi, Menguatkan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045”, menjadi pengingat penting akan peran strategis daerah dalam pembangunan nasional.

Mendagri paparkan,Peringatan Hari Otonomi Daerah Tahun 2025 bukan sekadar serimonial tahunan. Hari Otda ini menjadi pengingat akan semangat desentralisasi yang lahir dari harapan besar agar pembangunan tak hanya terpusat, tapi merata dan berpihak pada seluruh rakyat Indonesia.

Menurut Mendagri Sinergi antara pusat dan daerah bukanlah pilihan, melainkan keharusan, fondasi bagi negeri ini untuk melangkah mantap menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam semangat otonomi, Daerah merupakan motor penggerak inovasi, adaptasi, dan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat.

Mendagri katakan, dengan menggali potensi lokal dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, pemerintah menunjukkan bahwa otonomi bisa dan harus berdampak langsung bagi kesejahteraan warganya.

Lanjut Mendagri, bahwa otonomi daerah adalah instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan melalui kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh elemen bangsa. Tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan, dan akuntabel harus terus diperkuat.

“Kita harus memastikan bahwa otonomi yang kita jalankan tidak hanya administratif, tapi memberikan hasil dan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Dalam pidatonya Mendagri menegaskan, semangat kolaborasi serta partisipasi aktif dari berbagai pihak menjadi pilar utama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif, transparan dan akuntabel.

“Saya mengajak seluruh komponen bangsa, khususnya jajaran pemerintah daerah di seluruh Indonesia, untuk terus memperkuat komitmen dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik, inovatif dan berorientasi pada pelayanan publik,” ungkapnya.

Dia juga mengajak untuk menjadikan otonomi daerah sebagai sarana untuk mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat integrasi nasional, serta meningkatkan daya saing daerah yang pada akhirnya akan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa secara keseluruhan.

Catatan penting, lanjut Mendagri,
yang perlu menjadi perhatian utama seluruh pihak, baik pusat maupun di daerah, yaitu mengharmoniskan gerak langkah pada tataran implementasi yakni swasembada pangan, swasembada energi, pengelolaan sumberdaya air dan mewujudkan pemerintah yang transparan. Kemudian mengembangkan kewirausahaan, peningkatan kualitas dari akses pendidikan, pelayanan kesehatan yang merata dan reformasi birokrasi dan penegakan hukum.

“Tantangan dinamika dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan kedepan tidaklah mudah, namun dengan kerja sama dan sinergi antara pusat dan daerah, maka saya yakin kita bisa menghadapinya,” tutupnya(*)