Program Inovasi Dorong Penguatan Literasi dan Numerasi Pendidikan Dasar di Maluku

oleh -31 Dilihat

Jakarta -Suaratimurnews.com Provinsi Maluku menjadi salah satu provinsi yang akan bermitra dengan pemerintah Australia melalui Program INOVASI Fase 3 untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) dalam rangka peningkatan kualitas Pendidikan dasar, terutama di bidang literasi dan numerasi. Selain Provinsi Maluku lima provinsi lainnya yakni, Kalimantan Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Sejak 2016, Pemerintah Australia dan Indonesia telah meluncurkan sebuah kemitraan Pendidikan untuk mendukung pembelajaran di sekolah-sekolah dasar di Indonesia. Bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Agama (Kemenag), dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), fase ketiga dari program INOVASI ini akan mendukung implementasi serta meluncurkan reformasi dan prioritas pendidikan.

“Seiring dengan perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Australia dan Indonesia, kami senang dapat memperluas kemitraan kami di bidang pendidikan dan sekolah dasar ke lebih banyak provinsi, termasuk Jawa Barat dan Maluku,” ujar Madelaine Moss, Minister-Counsellor for Governance and Human Development, Kedutaan Besar Australia saat peluncuran program ini bersama enam provinsi mitra termasuk Maluku yang berlangsung di Jakarta (6/6/2024).

Fase ketiga yang baru ini bernilai AUD 55 juta selama 4 tahun (2024-2027) dan akan mendukung Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pembelajaran inklusif dan pencapaian keterampilan dasar bagi semua siswa sekolah dasar di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Program ini akan memberikan dukungan dan pelatihan bagi para guru dan staf pendidikan di tingkat nasional dan provinsi, seperti di Maluku, Kalimantan Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, mengatakan bahwa ekosistem pendidikan di daerah merupakan bentuk nyata dari semangat gotong royong dalam sistem pendidikan, yang telah terbukti selama masa pandemi COVID-19. Dengan gotong royong, Indonesia mampu bertahan dari hilangnya waktu belajar selama pandemi.

“Pendidikan adalah upaya jangka panjang. Dibutuhkan kolaborasi melalui ekosistem pendidikan untuk memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang terbaik,” tegasnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Rohmat Mulyana menyoroti peran penting ekosistem pendidikan dalam meningkatkan kualitas madrasah. Kemenag RI melayani lebih dari 10 juta siswa di 87.000 madrasah yang tersebar di seluruh nusantara.

Rohmat menekankan bahwa, hubungan yang kuat dan kolaborasi antara para pemangku kepentingan lokal, termasuk mereka yang berasal dari sektor pendidikan Islam, mendukung Kemenag untuk menawarkan layanan pendidikan yang komprehensif, berkualitas tinggi, dan merata kepada siswa madrasah.

Hal yang sama juga disampaikan, Prof. Dr. Izzak Hendrik Wenno, Dekan FKIP Universitas Pattimura Maluku, yang menjadi salah satu undangan dari Provinsi Maluku. Ia mengatakan, kehadiran INOVASI di Provinsi Maluku sangat dinantikan.

“Seperti yang kita tahu bahwa Provinsi Maluku ini merupakan wilayah kepulauan sehingga tantangan pemerataan pendidikan sangat besar. Saya memiliki harapan tinggi, dengan kehadiran INOVASI di Provinsi Maluku dapat menjadi daya ungkit peningkatan kualitas pendidikan dasar di Provinsi Maluku.

Kami sudah menyusun perencanaan program dengan menunjuk satu kabupaten percontohan untuk diberikan pelatihan dan pendampingan baik untuk jenang SD dan MI. Nantinya praktik baik dari kabupaten percontohan ini dapat disebarluaskan ke kabupaten lainnya dengan dukungan penuh dari Pemprov Maluku,” terangnya. (**)