Ambon -Suaratimurnewscom Dalam rangka penutupan kegiatan National Affordable Housing Program (NAHP) Tim dari Direktorat Pengelolaan Kas Negara Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan dan Direktorat Rumah Swadaya Ditjen Perumahan Kementerian PUPR melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) NAHP di Kota Ambon dan Kabupaten Malteng Provinsi Maluku.
Kedatangan tim dari Kementerian Keuangan dan Direktorat Rumah Swadaya Ditjen Perumahan Kementerian PUPR tersebut langsung diterima oleh Kepala Balai Pelaksanana Penyediaan Perumahan Maluku Pither Pakabu, ST. M.Si Rabu (21/6/2023)
Kepala Balai Pelaksanaan Penyediaan Perumahan Maluku dalam sambutannya mengatakan untuk tahun 2023 ini Provinsi Maluku memperoleh jumlah alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dalam penanganan kemiskinan ekstrim dan stunting dengan anggaran bersumber dari dana NAHP sebanyak 300 Unit, dengan sebaran lokasi antara lain : Kota Ambon sebanyak 64 Unit dan Kabupaten Maluku Tengah 236 Unit.
Menurut Dia sesuai dengan data sebaran untuk lokasi Kota Ambon terdiri dari Desa Hunut 16 unit, Desa Passo 12 unit, Desa Batu Merah 24 Unit, Desa Pandan Kasturi 11 unit, Desa Hative Kecil 1 Unit, sedangkan untuk Kabupaten Maluku tengah Pada lokasi Desa Waai 60 unit, Desa Tulehu 159 unit, Desa Liang 14 unit dan Desa Suli 3 unit
Dalam pelaksanaannya dilakukan Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Maluku melalui PPK Rumah Swadaya dan RUK dengan progres pelaksanaan yang sudah mencapai 100%.
Dia menyampaikan waktu yang diberikan kurang lebih 3 bulan dengan capaian hasil yang baik ini diharapkan menjadi bahan evaluasi terkait kinerja pelaksanaan BSPS kedepan.
Disamping itu juga kondisi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) masih banyak, sehingga Maluku harus membutuhkan bantuan program perumahan agar program RTLH di Provinsi Maluku dapat tertangani.
Sementara itu, Tim Direktorat Pengelolaan Kas Negara Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Mohammad Budiono menyebutkan sesuai hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) NAHP yang kami lakukan di Kota Ambon dan Maluku Tengah secara sampling terdiri dari Desa Waai, Desa Tulehu dan Desa Hunut secara umum hasilnya baik.
“Penyediaan rumah yang layak huni dan nyaman untuk ditinggali sudah sewajarnya menjadi tanggungjawab pemerintah, dimana hal ini merupakan wujud hadirnya negara dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terutama di bidang perumahan.
Namun hal tersebut memerlukan kolaborasi serta kerjasama dengan masyarakat untuk turut serta ikut andil bersama-sama mewujudkan berbagai program yang telah dicanangkan oleh masyarakat.
Hari ini kami mewakili dari Direktorat Pengelolaan Kas Negara, Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu berkesempatan berkunjung melihat langsung seperti apa pelaksanaan dari pelaksanaan proyek National Affordable Housing Program (NAHP) yang dibiayai dari pinjaman bank dunia.
Melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah. dapat diwujudkan secara langsung berinteraksi ke penerima bantuan serta melihat lebih dekat ke rumah yang sudah mendapatkan bantuan program BSPS, terbukti proyek ini dilaksanakan secara efektif serta tepat sasaran ke masyarakat yang sangat membutuhkan.
Dihadapkan kami seluruh penerima bantuan merasa senang setelah rumah mereka selesai di renovasi, sehingga taraf hidup mereka secara langsung meningkat dengan terpenuhinya berbagai aspek hunian yang layak.
“Kami bangga walaupun proyek ini dilaksanakan melalui pinjaman bank dunia tetapi pengelolaannya diatur secara prudent karena terdapat cost of funds yang harus ditanggung oleh negara. Namun nilai kemanfaatan yang dirasakan masyarakat lebih besar dan mampu meningkatkan taraf hidup mereka Semoga program -program seperti ini tetap berlanjut dan berjalan dengan baik di kemudian hari.
1. BNBA NO 20 Arfan, Desa Waai, Maluku Tengah.

Salah satu penerima bantuan Arfan berprofesi sebagai petani/pekebun juga turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian PUPR atas bantuan stimulan yang diberikan berupa uang dengan nilai Rp. 20.000.000 yang dipergunakan untuk pembelian bahan bangunan sebesar Rp. 17.500.000 dan upah tukang sebesar 2.500.000,
Dirinya merasa terbantu dengan adanya stimulan ini dapat memacu atau merangsang kita untuk membangun rumah rumah papan menjadi rumah tembok. Hal ini dapat terwujud karena dari pihak keluarga telah menyiapkan bahan material utama sejak 8 tahun terakhir. Dengan adanya bantuan ini saya hanya membangun rumah idamannya dalam waktu 28 Hari saja.
2. BNBA No 26 La Oe, Desa Waai, Maluku Tengah

Begitu juga Penerima bantuan BSPS La Oe berprofesi sebagai Ojek menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian PUPR atas bantuan stimulan yang diberikan berupa uang dengan nilai Rp. 20.000.000 yang dipergunakan untuk pembelian bahan bangunan sebasar Rp. 17.500.000 dan upah tukang sebesar Rp. 2.500.000.
Dia mengatakan bantuan ini sangat dibutuhkan untuk merenovasi rumahnya yang awalnya tidak layak menjadi layak dari segi kelayakan struktur bangunan hingga dapat membangun Kamar mandi/WC.
3. BNBA No 296 La Gaidi Desa Hunuth, Kota Ambon

Sama halnya dengan penerima bantuan BSPS La Gaidi sebagai petani/pekebun juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PUPR atas bantuan stimulan yang diberikan berupa uang dengan nilai Rp. 20.000.000 yang dipergunakan untuk pembelian bahan bangunan sebasar Rp. 17.500.000 dan upah tukang sebesar Rp. 2.500..
Dengan adanya stimulan ini dapat memacu kita untuk membangun rumah yang awalnya adalah rumah papan menjadi rumah tembok. Hal ini dapat terwujud karena pihak La Gaidi telah menyiapkan bahan material utama sejak 4 tahun terakhir. Dengan adanya bantuan ini kami bisa membangun rumah yang lebih layak.”ungkapnya.(*)




