Pejabat Walikota Kota Ambon Bantah Tidak Benar Mendzolimi Sekkot

oleh -241 Dilihat

Ambon -Suaratimurnewscom Pejabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena membantah informasi yang beredar di Medsos seolah – oleh telah mendzolimi Sekretaris Kota Ambon Agus Ririmasse.hal itu tidak benar.

Beredar video yang membereskan barang-barang keluar dari rumah jabatan wakil walikota Ambon, kemudian narasi yang dibangun pejabat Walikota Ambon mengusir Sekkot keluar dari rumah jabatan Wakil Walikota.Ujar Pejabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena dalam keterangan pers kepada wartawan di Aula gedung Flisingen kantor Walikota Ambon Kamis (26/5/2023).

Wattimena mengaku muncul lagi WhatsApp pribadi yang dikirim oleh Sekkot ke saya bahkan ada sebagian teman -teman media yang sudah dapat pesan WhatsApp itu dengan maksud, saya mendzolimi yang bersangkutan.”ucapnya.

“Saya harus luruskan supaya publik mengetahui kejadian sebenarnya itu bagaimana, saya mengijinkan yang bersangkutan masuk ke rumah dinas jabatan wakil walikota. Setelah dirinya masuk sebagai Pejabat Walikota Ambon tinggal di rumah jabatan walikota Ambon yang bersangkutan datang meminta saya untuk memberikan izin untuk tinggal di rumah jabatan wakil walikota .

PJ Walikota menyampaikan alasannya apa rumah kontrakan di Citraland hanya memiliki dua kamar, menjelang Natal datang keluarga dan anak-anaknya tidak bisa menampung keluarganya. Sebagai teman, pimpinan , sahabat , dari pertimbangan kemanusiaan saya ijinkan untuk tinggal di rumah jabatan wakil walikota, walaupun diperhadapkan dengan protes dari akademisi dan OKP pada saat itu kemudian berjalan dengan baik.”jelasnya.

“Waktu itu saya memanggil kepala BPKAD , Kabag Umum untuk mencari kontrakan untuk Sekkot keluar dari rumah jabatan wakil walikota, kenapa saya lakukan itu paling tidak ada tiga hal , pertama beredar di media sosial bagaimana mereka menolak dan publik mempertanyakan Sekkot tinggal di rumah jabatan wakil walikota.

Selain itu dirinya merasa sebelum peristiwa yang bersangkutan keluar banyak berita soal itu yang kedua rumah jabatan wakil walikota tidak bisa ditempati oleh Sekretaris Kota, karena Sekkot punya rumah dinas yang ditempati oleh 2 mantan Sekkot dr Nona Huliselan dan Pa Toni Latuheru 10 tahun tinggal di situ , kemudian saya tanya kenapa tidak tinggal di situ, namun katanya tidak layak karena parkirannya kecil dan seterusnya.

Bahkan”saya sendiri tidak pernah pergi ke rumah dinas jabatan Sekkot Ambon yang sekarang jadi kantor BP3D. jadi sebenarnya saya tidak mengeluarkan Sekkot dari rumah jabatan wakil walikota.

Selanjutnya ketiga rumah jabatan memiliki nilai yang sakral , karena hanya orang-orang yang diperkenankan oleh Tuhan yang dipercayakan oleh negara untuk bisa menempati rumah jabatan Walikota dan Wakil Walikota. Kalau tidak ada SK penunjukan tidak mungkin bisa menempati rumah jabatan tersebut.

Karena itu ketika saya masuk ke dalam rumah jabatan Walikota , saya merasa sebagai pejabat Walikota dimana rumah jabatan itu mesti di jaga , dipelihara dirawat dengan baik.

Alasan kenapa saya mengeluarkan Sekkot dari rumah jabatan Wakil Walikota, karena rumah ini tidak dipergunakan sebagai mana mestinya.justru yang terjadi dua kali kejadian karena mengkonsumsi miras, itu tidak baik bagi seorang pejabat , bahkan saya suruh mencabut laporan supaya tidak heboh.

Sebenarnya ini bukan kapasitas pribadi, tetapi sebagai Pejabat Walikota Ambon seolah- olah saya tidak punya perasaan mengeluarkan Sekkot dari rumah jabatan Wakil Walikota Ambon. Saya pikir semua gambar dan videonya mempertanyakan saya.”tandasnya.

Ditambahkan sebaiknya hal itu di.muat di media dan status, supaya saya bisa klarifikasi ,jangan di muat di WhatsApp berantai, sehingga saya tidak punya kesempatan untuk mengklarifikasi dan opini yang terbangun bahwa benar saya ini menzolimi yang bersangkutan.”ungkapnya.(ST01)