Ambon,-Suaratimurnews.com Anggota Komisi II DPRD Maluku Yunus Serang mendesak pemerintah Kabupaten Maluku Tenggera maupun Kota Tual untuk mengusulkan penambahan kuota BBM jenis Solar dan Pertalife ke BPH Migas .
Hal itu dinilai sebagai solusi untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak, khususnya solar dan pertalife, di kedua wilayah tersebut Ujar Anggota Komisi II DPRD Maluku Yunus Serang kepada wartawan digedung DPRD Maluku pekan kemarin. .
Menurut Politisi partai Golkar Dapil Maluku Tenggara,Kota Tual dan kepulauan Aru ini,kouta yang disediakan oleh Pertamina sangat terbatas untuk setiap bulan hanya 50 KL itupun tidak cukup baik di kota Tual maupun Maluku Tenggara.
“Oleh karena itu solusinya harus menambahkan koutanya dari 50 KL ke 75 KL. ketika saya menanyakan hal itu dengan pihak pertamina ternyata harus diusulkan oleh pemerintah kabupaten/kota setempat.
Dia mengatakan pengamatan kami di setiap SBPU yang ada di kota Tual maupun kabupaten Malra hingga saat ini masih terjadi antrian panjang kendaraan , bhakan sampai malam , begitu juga sebaliknya dari malam kendaraan sudah harus antri untuk pengisian BBM jenis Pertalive dan Solar di SPBU.”ujarnya..
Dia mengaku antrian ini terjadi akibat kekurangan kouta BBM ,sehingga kebutuhan semakin bertambah, untuk itu dia mengharapkan Bupati Maluku Tenggara dan Walikota Tual sudah harus mengusulkan penambahan kouta BBM ke BPH Migas.
Mudah-mudahan pemerintah kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual mendengar ini, supaya segera melakukan koordinasi dengan pihak SPBU masing-masing daerah serta pertamina untuk segera menyikapi hal tersebut.
Ditambahkan kami tidak mau masyarakat kita yang dirugikan, kalau harga BBM sudah dinaikan jangan lagi masyarakat mengeluh karena kelangkaan BBM itu yang harus kita pikirkan bersama.”ungkapnya.(ST01)

