Ambon,-Suaratimurnews.com Pelaksanaan Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Maluku periode 2025–2030 dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Ketua Penyelenggara, Rohalim Boy Sangadji (RBS), dinilai mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan tersebut.
Kesuksesan penyelenggaraan kegiatan yang berlangsung di Hotel Santika Ambon, Sabtu (7/11/2026), tidak terlepas dari kerja keras seluruh panitia di bawah koordinasi Rohalim Boy Sangadji.
Hal tersebut terlihat dari kehadiran sejumlah tokoh penting nasional dan daerah. Pelantikan tersebut dihadiri langsung Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, Sekretaris Jenderal DPP Golkar, Muhammad Sarmuji, serta sejumlah petinggi DPP Partai Golkar lainnya.
Turut hadir Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, dan Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena.
Akademisi Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon, Dr. Hobarth W. Soselisa, S.Sos., M.Si., saat dimintai tanggapannya terkait pelaksanaan kegiatan tersebut, Sabtu (7/11/2026), mengatakan bahwa pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Maluku periode 2025–2030 berlangsung dengan baik.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut mencerminkan koordinasi dan tanggung jawab panitia dalam mempersiapkan agenda organisasi berskala besar, terlebih dengan kehadiran pimpinan tertinggi Partai Golkar di tingkat nasional.
“Panitia bekerja dengan baik dan penuh tanggung jawab, terutama Ketua Penyelenggara, Rohalim Boy Sangadji. RBS telah menunjukkan gaya kepemimpinan dalam mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan sehingga pelantikan dapat berlangsung dengan baik dan sukses,” ungkapnya.
Ia menilai, kehadiran Ketua Umum DPP Partai Golkar bersama Sekretaris Jenderal dan jajaran pengurus pusat menjadi salah satu indikator pentingnya kegiatan tersebut bagi konsolidasi organisasi Partai Golkar di Maluku.
Penyelenggaraan pelantikan dan Rakerda ini juga menjadi momentum bagi kepengurusan DPD Partai Golkar Maluku periode 2025–2030 untuk memperkuat konsolidasi internal, menyatukan langkah, serta merumuskan program kerja organisasi ke depan.
Dengan demikian, kerja panitia tidak hanya sebatas menyukseskan seremoni pelantikan, tetapi juga memastikan agenda organisasi berjalan sesuai tujuan dan menghasilkan momentum konsolidasi bagi Partai Golkar di Provinsi Maluku.(*)
