Michael Wattimena Targetkan Kompetisi Soccer Robotik SMA Kristen YPKPM Ambon Berstandar Internasional

oleh -28 Dilihat
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; sv:16.2.13.2.W20; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 39;

Ambon, -Suaratimurnews.com Ketua Komite SNA Kristen YPKPM Ambon, Dr Michael Wattimena,SE.SH.MM mendorong agar kompetisi robotik yang diselenggarakan SMA Kristen YPKPM Ambon terus dikembangkan menjadi ajang yang lebih besar dan berstandar internasional.Hal tersebut disampaikan Michael Wattimena saat membuka kompetisi robotik di Aula SMA Kristen YPKPM Ambon, Jumat (30/10/2026).

Menurut Wattimena, kompetisi tersebut merupakan bagian dari perencanaan dan program pengembangan potensi siswa di bidang teknologi, khususnya robotika dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Dia berharap, pada perayaan 70 tahun SMA Kristen YPKPM Ambon mendatang, kompetisi tersebut dapat ditingkatkan skalanya, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan maupun kualitas peserta.

“Ini merupakan sebuah perencanaan dan program yang sebelumnya juga pernah diikutsertakan dalam kegiatan di Malaysia. Mudah-mudahan pada usia 70 tahun SMA Kristen nanti, kita bisa meningkatkan derajat kompetisi ini menjadi lebih besar,” ujar Wattimena.

Dalam sambutannya, Wattimena menegaskan bahwa dunia saat ini sedang mengalami perubahan yang sangat cepat. Perkembangan teknologi robotika dan kecerdasan buatan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia.

Karena itu, menurut dia, generasi muda Maluku tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perkembangan teknologi, tetapi harus mampu menjadi pemain utama, bahkan pencipta teknologi yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Ia pun memberikan apresiasi kepada siswa-siswi SMA Kristen YPKPM Ambon yang sebelumnya berhasil meraih medali perak dalam kompetisi robotik di Malaysia.

Prestasi tersebut, kata Wattimena, menjadi bukti bahwa pelajar dari Maluku memiliki kemampuan dan potensi untuk berkompetisi di tingkat internasional.

“Saya percaya anak-anak muda yang berada di hadapan saya hari ini adalah bagian dari masa depan Maluku dan masa depan Indonesia. Ingatlah, masa depan adalah milik mereka yang berani bermimpi, belajar, dan berinovasi,” katanya.

Wattimena juga mengingatkan para peserta bahwa keberhasilan dalam kompetisi robotik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan merancang dan membangun robot, tetapi membutuhkan perencanaan, kemampuan pemrograman, disiplin, kerja keras, serta kerja sama tim.

Ia meminta peserta agar tidak takut mengalami kegagalan. Sebab, kegagalan merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk mencapai keberhasilan.

“Kalau hari ini robot kalian belum bergerak sempurna, maka perbaikilah. Kalau program kalian belum berhasil, coba lagi. Kalau hari ini belum menjadi juara, jangan pernah menyerah,” pesannya.

Lebih jauh, Wattimena menantang para siswa untuk memiliki mimpi besar, bukan sekadar menjadi juara dalam kompetisi, tetapi mampu menciptakan teknologi yang menjawab kebutuhan dan potensi daerah Maluku.

Sebagai provinsi kepulauan dengan karakteristik wilayah maritim, Maluku membutuhkan inovasi teknologi yang dapat diterapkan di berbagai sektor, seperti perikanan, pertanian, kehutanan, kesehatan, dan pengelolaan wilayah kepulauan.

Ia berharap ke depan lahir robot-robot karya anak Maluku yang mampu beradaptasi dengan kondisi geografis serta menjawab tantangan pembangunan daerah.

“Saya ingin kalian bermimpi suatu saat mampu menciptakan robot yang disesuaikan dengan potensi dan karakteristik daerah Maluku. Kita dikenal sebagai daerah seribu pulau. Karena itu, kembangkan teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk sektor maritim, perikanan, pertanian, kehutanan, kesehatan, dan sektor lainnya,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Wattimena mengajak seluruh peserta untuk memegang tiga prinsip utama, yakni dream (bermimpi), believe (percaya), dan never give up (pantang menyerah).

Dia optimistis, dari kompetisi robotik yang digelar di lingkungan sekolah tersebut, suatu saat akan lahir inovasi dan karya besar yang membawa nama Maluku ke tingkat nasional maupun internasional.

“Today you build a robot, tomorrow you build your future. Hari ini kalian membangun robot, tetapi besok kalian akan membangun masa depan kalian sendiri,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wattimena juga menyampaikan bahwa panitia akan menyerahkan piala bergilir dan bonus kepada para pemenang kompetisi. Penghargaan tambahan juga disiapkan sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi peserta.

Kompetisi Soccer robotik tersebut diikuti sebanyak 54 peserta. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan teknologi, inovasi, serta membangun budaya kompetisi yang positif di kalangan generasi muda Maluku.(ST01)