Elly Toisutta Dorong Ambon Jadi Kota Inklusif, 15 Penyandang Disabilitas Ikuti Pengukuran Kaki Palsu

oleh -13 Dilihat

Ambon,-Suaratimurnews.com Pemerintah Kota Ambon mendorong terwujudnya kota yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memfasilitasi bantuan kaki palsu untuk mendukung mobilitas dan kemandirian warga.

Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisutta, mengatakan hal itu saat memberikan sambutan dalam kegiatan pengukuran kaki palsu bagi penyandang disabilitas di Ambon, Jumat (23/10/2026).

Menurut Elly, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pemenuhan hak penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan yang setara dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Bantuan kaki palsu bukan sekadar alat bantu fisik, tetapi juga dapat meningkatkan kepercayaan diri dan memperluas ruang gerak penerima manfaat dalam beraktivitas,” kata Elly.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial melalui Sentra Wahana Bahagia Ternate, dengan dukungan Dinas Sosial Provinsi Maluku, yang telah membantu memenuhi kebutuhan alat bantu bagi penyandang disabilitas.

Berdasarkan data dalam kegiatan tersebut, sebanyak 14 penyandang disabilitas dari Kota Ambon mengikuti pengukuran kaki palsu. Selain itu, satu peserta berasal dari Kabupaten Maluku Tengah.

Elly berharap proses pengukuran dapat menghasilkan kaki palsu yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi fisik setiap penerima manfaat. Dengan demikian, alat bantu tersebut dapat digunakan secara nyaman dan aman untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Ia juga meminta Dinas Sosial Kota Ambon memastikan proses pelayanan berjalan dengan baik, mulai dari pengukuran, penyerahan hingga pendampingan penggunaan kaki palsu.

“Pemerintah Kota Ambon tetap berkomitmen mendukung pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dan mendorong terwujudnya Kota Ambon yang inklusif, ramah disabilitas, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Elly menambahkan, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota diperlukan agar pelayanan sosial bagi penyandang disabilitas dapat terus ditingkatkan.

Ia berharap program bantuan alat bantu serupa dapat berlanjut sehingga semakin banyak warga yang membutuhkan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandiriannya.

Dalam sambutannya, Elly menyebutkan bahwa penyaluran kaki palsu ditargetkan pada November 2026, setelah tahapan pengukuran selesai. Penerima manfaat diharapkan dapat segera melanjutkan ke proses pemasangan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Ambon berharap upaya mewujudkan lingkungan yang inklusif tidak hanya dilakukan melalui penyediaan alat bantu, tetapi juga dengan membangun masyarakat yang menghargai kesetaraan, kemandirian, dan hak penyandang disabilitas.(*)