Ambon,-Suaratimurnews.com Pemerintah Kota Ambon menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balai Kota Ambon, Kamis, 22 Oktober 2026. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan inflasi menjelang peringatan Hari Pangan Sedunia.
Sejak dibuka, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk membeli sejumlah bahan pangan dengan harga relatif terjangkau. Beras, minyak goreng, gula, telur, hingga cabai menjadi komoditas yang ditawarkan dalam kegiatan tersebut.
Staf Ahli Wali Kota Ambon Bidang Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Aleksander Hursepuny, membuka kegiatan itu mewakili Wali Kota Ambon. Pelaksanaan GPM juga diikuti secara daring melalui Zoom.
Dalam kegiatan tersebut, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp60.000 per kemasan lima kilogram. Bawang merah dan bawang putih masing-masing dibanderol Rp25.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit dijual Rp40.000 per kilogram.
Adapun cabai keriting dipasarkan seharga Rp35.000 per kilogram, minyak goreng Rp15.000 per liter, gula pasir Rp16.000 per kilogram, telur ayam Rp50.000 per rak, tomat Rp15.000 per kilogram, dan ikan segar Rp15.000 per kilogram.
Harga tersebut diharapkan memberi alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah dinamika harga pangan. Namun, manfaat program ini tidak hanya diukur dari harga jual, melainkan juga dari ketersediaan pasokan dan kemampuan masyarakat mengakses bahan pangan secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Hursepuny meminta warga memanfaatkan program tersebut secara bijak dengan membeli bahan pangan sesuai kebutuhan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Menurut dia, pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan stok pangan di daerah tetap aman. Karena itu, Gerakan Pangan Murah tidak semata-mata menjadi tempat penjualan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi di Kota Ambon.
Hursepuny mengatakan, kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan.
Pemkot Ambon berharap kolaborasi itu dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Meski demikian, efektivitas program semacam ini bergantung pada kesinambungan pasokan, jangkauan penerima manfaat, dan kemampuan pemerintah menjaga keterjangkauan harga di luar pelaksanaan kegiatan.
Melalui Gerakan Pangan Murah, Pemkot Ambon berupaya menjaga keseimbangan antara pasokan, harga, dan daya beli masyarakat agar kebutuhan pangan tetap terpenuhi di tengah perubahan harga komoditas.(*)
