Cuaca Buruk Berlanjut, Seluruh Penerbangan di Bandara Pattimura Ambon Dibatalkan

oleh -16 Dilihat

Ambon, -Suaratimurnews.com Gangguan cuaca buruk yang disertai jarak pandang terbatas terus menghambat operasional penerbangan di Bandara Internasional Pattimura Ambon, Maluku.

Pada Minggu (18/10/2026), seluruh penerbangan di bandara tersebut dibatalkan karena kondisi cuaca semakin memburuk dan jarak pandang berada di bawah standar keselamatan penerbangan.

Pembatalan ini memperpanjang gangguan penerbangan yang telah berlangsung sejak Rabu (14/10/2026). Selain pembatalan, sejumlah penerbangan pada hari-hari sebelumnya juga mengalami keterlambatan atau delay akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung operasional penerbangan.

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Pattimura Ambon menyampaikan, gangguan tersebut berdampak pada sejumlah rute penerbangan domestik, baik menuju kota-kota besar maupun sejumlah wilayah di Maluku dan Papua.

Pada Minggu (18/10/2026), rute terdampak mencakup Nabire, Jakarta, Banda Neira, Wahai, Makassar, Seram Bagian Timur, Moa, Saumlaki, Langgur, Surabaya, dan Ternate.

Sehari sebelumnya, Sabtu (17/10/2026), pembatalan penerbangan juga terjadi pada rute Saumlaki, Nabire, Langgur, Sorong, Ternate, Surabaya, Makassar, dan Jakarta.

Sementara itu, pada Rabu hingga Jumat (14–16/10/2026), gangguan penerbangan terjadi dalam bentuk keterlambatan dan pembatalan pada sejumlah rute, termasuk Ternate, Langgur, Saumlaki, Sorong, Makassar, Surabaya, serta Kufar di Kabupaten Seram Bagian Timur.

Di tengah gangguan operasional tersebut, manajemen Bandara Internasional Pattimura Ambon menyalurkan Service Recovery Action (SRA) berupa makanan ringan dan minuman kepada penumpang yang terdampak di area terminal.

General Manager Bandara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pengguna jasa. Ia menegaskan, keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca ekstrem.

“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pengguna jasa akibat kondisi bad weather dan low visibility yang melanda beberapa hari terakhir ini. Keselamatan dan keamanan penerbangan harus selalu menjadi prioritas utama,” ujar Johan dalam keterangan resmi, Minggu (18/10/2026).

Menurut dia, penyaluran SRA merupakan bentuk kepedulian pengelola bandara terhadap penumpang yang harus menunggu akibat gangguan penerbangan.

Pihak bandara, lanjutnya, juga berupaya memastikan fasilitas ruang tunggu tetap sejuk, bersih, dan nyaman sembari penumpang menunggu penanganan lebih lanjut dari maskapai penerbangan.

Bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan, pihak bandara mengarahkan mereka untuk mendatangi loket layanan pelanggan atau customer service masing-masing maskapai.

Melalui layanan tersebut, penumpang dapat mengajukan pengembalian dana (refund) atau penjadwalan ulang penerbangan (reschedule) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Manajemen Bandara Pattimura juga menjelaskan bahwa penanganan hak penumpang terkait kompensasi, pengembalian dana, maupun penjadwalan ulang menjadi tanggung jawab maskapai sesuai ketentuan yang berlaku.

Adapun pengelola bandara berfokus pada penyediaan fasilitas terminal, pemeliharaan ketertiban, kenyamanan penumpang, serta penyampaian informasi operasional penerbangan.

PT Angkasa Pura Indonesia menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi pertimbangan utama dalam menghadapi kondisi cuaca yang mengganggu operasional Bandara Internasional Pattimura Ambon.

Penumpang diimbau untuk terus memantau informasi terbaru mengenai jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum melakukan perjalanan.(*)