Tinjau Maluku Manggurebe 2026, Bodewin Wattimena: Ekonomi Kreatif Butuh Ruang untuk Berkembang

oleh -10 Dilihat
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; sv:16.2.12.1.W20; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 38;

Ambon, Suaratimurnews.com Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menilai penyelenggaraan 6th Maluku Manggurebe 2026 menjadi salah satu wadah untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bodewin saat meninjau stan pameran UMKM dalam kegiatan Maluku Manggurebe 2026 di kawasan Pattimura Park, Ambon, Jumat (9/10/2026).

Menurut Bodewin, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan produk UMKM, tetapi juga melibatkan pengrajin, pelaku seni, hingga pertunjukan musik. Beragam aktivitas itu menunjukkan bahwa ekonomi kreatif mencakup berbagai sektor yang saling mendukung.

“Kalau kita bicara soal ekonomi kreatif, ada pengrajin yang hadir, ada artis yang tampil. Saya rasa ini yang disebut dengan ekosistem ekonomi kreatif. Selain itu, ada juga edukasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan Maluku Manggurebe menjadi bagian dari upaya bersama untuk memberikan fasilitas dan ruang bagi para pelaku ekonomi kreatif agar dapat menampilkan hasil karya mereka.

Menurutnya, kesempatan untuk memamerkan produk dan kreativitas menjadi salah satu langkah penting dalam memperkenalkan potensi usaha lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Melalui kegiatan seperti ini, pelaku UMKM dan pekerja kreatif diharapkan memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan, memperluas jangkauan pasar, serta membangun interaksi langsung dengan konsumen.

Maluku Manggurebe 2026 menggabungkan pameran produk UMKM, kreativitas pengrajin, pertunjukan seni, dan kegiatan edukasi dalam satu rangkaian acara.

Kolaborasi berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang tidak hanya berorientasi pada penjualan produk, tetapi juga pada pengenalan karya, pengembangan kapasitas, dan perluasan peluang usaha.

Bagi Kota Ambon, penguatan sektor ekonomi kreatif juga membuka peluang untuk mengoptimalkan potensi lokal, termasuk kerajinan dan produk unggulan daerah, serta kreativitas generasi muda.

Pemberian ruang promosi melalui kegiatan publik diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperkenalkan produknya sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mendukung produk lokal.

Dengan demikian, Maluku Manggurebe tidak sekadar menjadi ajang pameran, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara pelaku UMKM, pekerja kreatif, masyarakat, dan pemangku kepentingan untuk mendorong perkembangan ekonomi kreatif di Maluku.(ST01)