Ambon, -Suaratimurnews.com – Pemerintah Provinsi Maluku mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan kapasitas usaha, inovasi, serta daya saing untuk memperluas pasar dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Dorongan tersebut disampaikan dalam sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Sadali Ie, pada pembukaan Maluku Manggurebe 2026. Kegiatan tahunan yang memasuki penyelenggaraan keenam ini digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku di pelataran Pattimura Part Jumat (9/10/2026)
Mengusung tema “Manggurebe Mendorong Kreativitas dan Inovasi UMKM untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berdaya Saing”, kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat peran UMKM sebagai penggerak ekonomi sekaligus mendorong produk lokal menembus pasar yang lebih luas.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas konsistensi mendukung pengembangan UMKM di Maluku.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku atas konsistensi dan komitmennya dalam menyelenggarakan Maluku Manggurebe yang tahun ini telah memasuki penyelenggaraan yang keenam,” demikian petikan sambutan yang dibacakan Sadali Ie.
Penguatan UMKM dinilai semakin penting di tengah upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Maluku. Pada triwulan II 2026, ekonomi Maluku tumbuh 5,31% secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,14%.
Pemerintah daerah menilai capaian tersebut perlu dipertahankan melalui pengembangan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang produktif, inklusif, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Capaian ini tentu harus terus kita jaga dan perkuat dengan mendorong sumber-sumber pertumbuhan yang produktif, inklusif, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,
Dalam konteks itu, UMKM memiliki posisi strategis karena tidak hanya menjadi sumber penghidupan masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja, pengembangan kreativitas, inovasi, dan peningkatan nilai tambah potensi unggulan daerah.
Maluku memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui penguatan UMKM, mulai dari sektor perikanan, pala, cengkeh, kelapa, hingga berbagai produk olahan berbasis sumber daya lokal.
Potensi tersebut dinilai perlu dikelola lebih optimal agar menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Selain komoditas unggulan, kekayaan budaya Maluku, termasuk kerajinan khas daerah, juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif tanpa menghilangkan identitas dan nilai warisan budaya.
Karena itu, Maluku Manggurebe diharapkan tidak sekadar menjadi ajang promosi produk, tetapi juga membuka peluang kemitraan, memperluas jejaring usaha, meningkatkan kualitas produk, serta mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar yang lebih luas.
Selain peningkatan kualitas produk, Pemprov Maluku menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Penguatan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan platform digital dan sistem pembayaran nontunai dinilai dapat mempermudah transaksi, meningkatkan efisiensi usaha, serta memperluas jangkauan konsumen.
Namun, pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan pemerintah daerah secara sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, perbankan, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat untuk membangun ekosistem usaha yang lebih kuat.
“Kita berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi UMKM Maluku untuk tumbuh naik kelas, memperluas pasar, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” demikian petikan sambutan Gubernur Maluku.
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk mendukung produk lokal dengan membeli, menggunakan, dan memperkenalkan produk UMKM Maluku kepada khalayak yang lebih luas.
Melalui Maluku Manggurebe 2026, penguatan kreativitas, inovasi, kualitas produk, dan pemanfaatan teknologi diharapkan mampu mendorong UMKM naik kelas sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Maluku yang inklusif dan berkelanjutan.(ST01)
