Maluku Manggurebe 2026 Digelar 8-10 Oktober, BI Dorong UMKM Maluku Perluas Pasar

oleh -22 Dilihat

Ambon,-Suaratimurnews.com Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku kembali menggelar Maluku Manggurebe 2026 pada 8-10 Oktober 2026. Agenda tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) ini akan mempertemukan pelaku UMKM dengan perbankan, komunitas, serta pemangku kepentingan ekonomi kreatif untuk membuka akses pasar dan memperkuat pengembangan usaha.

Asisten Manajer Potensial Pengembangan UMKM  KI Dan Syariah, Athufair Araafi Soeripto, mengatakan pelaksanaan tahun keenam Maluku Manggurebe tidak hanya diarahkan sebagai ajang pameran produk, tetapi juga menjadi ruang bagi UMKM untuk memperluas jejaring, memperkenalkan produk, serta mendapatkan pengetahuan dan peluang pengembangan usaha.

“Maluku Manggurebe ini merupakan rangkaian dari kegiatan Karya Kreatif Indonesia. Di setiap provinsi ada rangkaian kegiatan masing-masing, dan Maluku juga melaksanakan Maluku Manggurebe,” kata Athufair di Swis-Bellhotel Ambon, Selasa (29/9/2026).

Menurut Athufair, rangkaian Maluku Manggurebe 2026 akan dimulai pada 8 Oktober melalui pre-event, sementara seremoni pembukaan dijadwalkan pada 9 Oktober. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung hingga 10 Oktober.

“Jadi tanggal 8 Oktober itu pre-event. Walaupun opening ceremony baru pada tanggal 9 Oktober, kegiatan dan efeknya sudah bisa dirasakan sejak tanggal 8,” jelasnya.

UMKM Didorong Perluas Akses Pasar
Athufair mengatakan salah satu agenda utama tahun ini adalah memperkuat ekosistem UMKM dengan mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai pihak yang dapat mendukung pengembangan bisnis.

Pelaku UMKM mitra dan binaan BI akan mendapat ruang untuk menampilkan produk sekaligus berinteraksi dengan perbankan, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dengan konsep tersebut, Maluku Manggurebe diharapkan tidak berhenti pada transaksi selama kegiatan berlangsung. Pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun jejaring usaha, memperkenalkan produk kepada konsumen baru, serta membuka peluang kerja sama dan akses pembiayaan.

“Untuk ekonomi kreatif, kita juga punya beberapa pembaruan. Ada ekonomi hijau, kemudian sistem pembayaran, termasuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan UMKM,” kata Athufair.

Ada Ekonomi Hijau hingga Sistem Pembayaran
Selain pameran dan aktivitas UMKM, Maluku Manggurebe 2026 juga membawa sejumlah agenda yang berkaitan dengan ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan sistem pembayaran.

Salah satu kegiatan yang disiapkan adalah edukasi mengenai pemanfaatan bahan dasar sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Program tersebut diarahkan untuk memperkenalkan peluang baru dalam pengembangan usaha berbasis kreativitas sekaligus mendorong pemanfaatan limbah.

Komunitas juga mendapat ruang untuk terlibat dalam rangkaian kegiatan dan menyampaikan gagasan maupun kebutuhan mereka dalam mengembangkan aktivitas ekonomi kreatif.

Maluku Manggurebe 2026 turut menghadirkan berbagai produk UMKM lokal. Kehadiran produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi usaha Maluku kepada masyarakat yang lebih luas.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan perlombaan, pameran, aktivitas komunitas, edukasi, serta berbagai kegiatan pendukung. Sejumlah lomba, termasuk fotografi dan video, telah dipublikasikan melalui media sosial.
Pada hari terakhir, panitia menyiapkan pertunjukan yang menghadirkan artis lokal dan nasional.

Athufair berharap masyarakat tidak hanya menjadikan Maluku Manggurebe sebagai agenda hiburan, tetapi juga memanfaatkannya untuk mengenal produk lokal dan peluang ekonomi yang ditawarkan pelaku UMKM.” pungkasnya.(ST01)