Ambon, -Suaratimurnews.com Potensi sumber daya alam Maluku yang melimpah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Generasi muda Maluku dituntut mempersiapkan kompetensi, keterampilan, dan daya saing agar mampu mengambil peran dalam berbagai peluang investasi dan pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Dr. Michael Wattimena, SE., SH., MM., dalam kegiatan IKAPATTI Alumni Inspire: Sharing Session bersama Alumni Inspiratif, yang membahas pengalaman karier, dunia kerja, kewirausahaan, serta peluang profesional. Kegiatan berlangsung di Auditorium Universitas Pattimura (Unpatti), Sabtu (31/10/2026).
Dalam pemaparannya, Michael menyoroti besarnya peluang ekonomi Maluku yang ditopang sektor kelautan dan perikanan, pertanian, pariwisata, energi, hingga kebudayaan. Menurutnya, potensi tersebut harus menjadi perhatian generasi muda dalam menentukan pendidikan, meningkatkan kompetensi, dan merancang arah karier.
Ia secara khusus mengingatkan mahasiswa bidang perikanan dan kelautan agar mempersiapkan diri dengan keahlian yang terukur. Pasalnya, karakteristik geografis Maluku sebagai provinsi kepulauan dengan wilayah laut yang luas membutuhkan SDM yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan sektor unggulan daerah.
“Potensi Maluku sangat besar. Karena itu, anak-anak Maluku harus mempersiapkan diri agar mampu mengambil bagian dalam pengelolaan dan pengembangan potensi daerah sendiri,” ujarnya.
Michael juga menyoroti perkembangan proyek strategis Blok Masela yang dinilai membuka peluang besar bagi masa depan perekonomian Maluku.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia atas perkembangan investasi proyek tersebut setelah melalui penantian panjang masyarakat Maluku.
Dengan nilai investasi yang disebut mencapai 20,9 miliar dolar AS atau hampir Rp400 triliun, Michael mengingatkan agar masyarakat Maluku, khususnya generasi muda, tidak hanya menjadi penonton dalam realisasi proyek strategis tersebut.
Menurutnya, besarnya nilai investasi harus diikuti kesiapan tenaga kerja lokal melalui pendidikan vokasi, pelatihan, sertifikasi keahlian, serta peningkatan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri minyak dan gas bumi (migas).
Ia turut mengingatkan pesan Presiden Joko Widodo ketika meresmikan Jembatan Merah Putih pada 2016. Saat itu, pemerintah daerah dan lembaga pendidikan diharapkan mempersiapkan putra-putri Maluku agar dapat terlibat dalam berbagai peluang kerja yang muncul dari pengembangan Blok Masela.
“Pertanyaannya, apakah dengan investasi sebesar itu masyarakat Maluku, khususnya anak-anak Maluku, hanya akan menjadi penonton? Kita harus mempersiapkan diri supaya bisa ikut bermain dan mengambil bagian dalam kompetisi tersebut,” tegasnya.
Michael berharap mahasiswa dan alumni Unpatti dapat memanfaatkan momentum pengembangan Blok Masela maupun berbagai peluang investasi lainnya untuk membangun masa depan profesional sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
Ia menegaskan, pembangunan Maluku ke depan membutuhkan SDM yang berkualitas, berkarakter, berintegritas, dan memiliki daya saing. Dengan demikian, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki daerah dapat memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat Maluku.
Melalui forum IKAPATTI Alumni Inspire, Michael juga berharap pengalaman dan perjalanan karier para alumni inspiratif dapat menjadi sumber motivasi bagi mahasiswa untuk membangun visi profesional, memperluas jejaring, serta mempersiapkan diri menghadapi dinamika dunia kerja.
Pesan utamanya, peluang besar investasi dan kekayaan alam Maluku harus berjalan seiring dengan kesiapan SDM lokal. Generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton, tetapi harus memiliki kompetensi untuk menjadi bagian dari pelaku pembangunan di daerah sendiri.(ST01)
