6th Maluku Manggurebe Hadirkan UMKM, Talenta Kreatif, dan Praktisi Nasional di Ambon

oleh -8 Dilihat
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; sv:16.2.12.1.W20; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 43;

Ambon, Suaratimurnews.com — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku kembali menggelar 6th Maluku Manggurebe pada 8–10 Oktober 2026 di Taman Pattimura, Ambon.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperkuat ekonomi kreatif, serta memperluas peluang pertumbuhan ekonomi daerah.

Mengusung tema “Manggurebe Mendorong Kreativitas dan Inovasi UMKM untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berdaya Tahan”,

kegiatan tersebut menghadirkan puluhan UMKM dengan beragam produk unggulan Maluku, sekaligus melibatkan talenta lokal, praktisi nasional, komunitas kreatif, dan pelaku industri.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku, Surya Alamsyah, melalui kegiatan ini mendorong UMKM dan talenta kreatif daerah untuk memperluas pasar, meningkatkan kapasitas usaha, serta memperkenalkan produk dan karya kepada masyarakat.

Pameran UMKM menjadi salah satu agenda utama. Melalui kegiatan ini, pelaku usaha berkesempatan mempromosikan produk secara langsung, menjangkau calon konsumen, serta membangun hubungan dengan calon pembeli dan mitra usaha.

Selain promosi, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas produk, penyesuaian terhadap kebutuhan pasar, perluasan pemasaran, hingga penguatan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.

Tak hanya berfokus pada pameran produk, 6th Maluku Manggurebe juga menghadirkan sejumlah praktisi dan figur nasional untuk memperkaya wawasan masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku usaha.

Prita Ghozie dan Liana Oktavian dijadwalkan hadir dalam sesi Youth Economy Talks. Sementara itu, Almira Bastari, penulis buku Agensi Rumah Tangga, akan berbagi pengalaman dan perspektif melalui sesi bedah buku.

Di bidang kopi, pengunjung dapat menyaksikan Take Over Manual Brew bersama Patrik Vinsensius, Juara Indonesia Barista Championship (IBC) 2023. Adapun komika nasional Ali Akbar akan memeriahkan kegiatan melalui lomba stand-up comedy.

Sejumlah sesi diskusi atau talkshow juga akan mengangkat isu ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan sistem pembayaran. Pembahasan tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan praktis bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam merespons perkembangan ekonomi serta memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman.

Edukasi mengenai pelindungan konsumen juga menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan, terutama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menggunakan produk dan layanan keuangan secara bijak.

Aspek keberlanjutan turut menjadi perhatian dalam penyelenggaraan 6th Maluku Manggurebe. Sejumlah kegiatan disiapkan, mulai dari lokakarya pembuatan produk daur ulang, edukasi pengelolaan sampah, hingga pengenalan tenun dengan pewarna alam.

Melalui agenda tersebut, BI Maluku mendorong masyarakat dan pelaku usaha melihat isu lingkungan sebagai bagian dari pengembangan ekonomi.

Kolaborasi dengan komunitas juga diharapkan dapat melahirkan produk bernilai tambah sekaligus memperluas penerapan praktik usaha yang lebih ramah lingkungan.

Di sisi lain, kreativitas masyarakat Maluku memperoleh ruang melalui berbagai perlombaan, kegiatan komunitas, peragaan busana (fashion show), dan penampilan musisi.

Rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah bagi talenta lokal untuk menampilkan karya, tetapi juga memperkuat apresiasi masyarakat terhadap produk, kreativitas, dan budaya daerah.

BI Maluku mengajak masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi dalam seluruh rangkaian 6th Maluku Manggurebe yang berlangsung pada 8–10 Oktober 2026 di Taman Pattimura, Ambon. Seluruh kegiatan terbuka untuk umum dan dapat diikuti secara gratis.

Partisipasi masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kunjungan ke lokasi acara, tetapi juga diwujudkan melalui dukungan nyata terhadap UMKM dengan mengenal, membeli, dan menggunakan produk lokal Maluku.

Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas pasar UMKM, mendorong inovasi produk, serta memperkuat peran ekonomi kreatif dalam perekonomian daerah.

Melalui 6th Maluku Manggurebe, BI Maluku mendorong sinergi antara pelaku UMKM, komunitas kreatif, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem usaha yang semakin kuat.

Upaya ini diharapkan dapat memperbesar peluang bagi produk lokal untuk berkembang, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Maluku yang inklusif dan berdaya tahan.(*)