Ambon,-Suaratimurnews.com Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Laki-Laki Gereja Protestan Maluku (GPM) ke-40 menjadi momentum bagi Jemaat GPM Poka untuk mendorong peran laki-laki sebagai teladan, baik dalam kehidupan keluarga, gereja maupun masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Majelis Jemaat GPM Poka, Pdt. V. Th. Lekahena.S.Th dalam sambutannya pada acara syukur HUT Laki-Laki GPM ke-40 yang berlangsung di Gedung Gereja Sejahtera, Perumnas, Kamis (24/9/2026).
Lekahena menekankan, keberadaan laki-laki di tengah kehidupan bergereja tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kehadiran dalam ibadah. Lebih dari itu, nilai-nilai iman perlu diwujudkan melalui sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut dia, laki-laki GPM diharapkan mampu menjadi contoh dan teladan bagi laki-laki lainnya yang masih menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Supaya kita bisa menjadi contoh dan teladan bagi laki-laki lain yang masih bergumul dengan berbagai persoalan kehidupan dunia,” ujar Lekahena.
Ia mengatakan, kehidupan beriman harus tercermin dalam tindakan nyata, termasuk bagaimana laki-laki menjalankan tanggung jawabnya di dalam keluarga.
“Jangan kita hanya menjadi orang yang hadir dalam ibadah saja, tetapi juga dalam kehidupan yang lain kita harus menunjukkan bahwa kita ini adalah laki-laki yang bekerja dan bertanggung jawab,” katanya.
Lekahena juga mengingatkan pentingnya membangun kehidupan keluarga dengan hati yang penuh syukur. Berkat yang diterima dalam kehidupan, kata dia, hendaknya tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi diwujudkan melalui kebaikan secara bertahap kepada anggota keluarga.
“Supaya sukacita itu betul-betul dimiliki oleh istri maupun anak. Kebaikan itu dilakukan sedikit demi sedikit sehingga apa yang kita lakukan menjadi berkat bagi keluarga,” ujarnya.
Ia berharap momentum HUT ke-40 tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat komitmen laki-laki GPM dalam menjalankan panggilan pelayanan dan tanggung jawab sosial.
Sementara itu, Ketua Komisi Kemitraan Jemaat GPM Poka, Yos Ubra, mengajak laki-laki GPM memperkuat kemitraan dengan perempuan dalam menjalankan berbagai tanggung jawab kehidupan.
Menurutnya, peran laki-laki dan perempuan perlu berjalan bersama, termasuk dalam kehidupan keluarga dan pelayanan gereja.
Jangan perempuan yang mengerjakan semuanya. Minimal perempuan dan laki-laki bersama-sama menjalankan pekerjaan,” kata Ubra.
Ia menilai, kemitraan tersebut perlu dibangun dari keluarga. Laki-laki tidak hanya dituntut menjalankan peran sebagai kepala keluarga, tetapi juga hadir dan bekerja bersama pasangan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Ubra juga mengajak laki-laki GPM untuk memperkuat karakter dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang pertama adalah sifat orang dalam kehidupan. Mari kita belajar dari nasihat yang kita terima, termasuk bagaimana laki-laki mencintai pasangan, berjalan bersama keluarga dan hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut Ubra, laki-laki gereja memiliki tanggung jawab untuk membangun kehidupan keluarga yang kuat. Nilai tersebut kemudian diharapkan dapat diteruskan dalam kehidupan bermasyarakat.
Peringatan HUT Laki-Laki GPM ke-40 di Jemaat GPM Poka pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran laki-laki sebagai pribadi yang bertanggung jawab, menjadi teladan bagi anak-anak, mencintai pasangan, serta aktif memberikan kontribusi positif bagi gereja dan masyarakat.(ST01)

