Ambon,-Suaratimurnews.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku berkolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Maluku dalam Pemilihan Duta Bahasa Tahun 2026.
Kolaborasi ini tidak hanya mendorong generasi muda memiliki kemampuan berbahasa yang baik, tetapi juga membangun kecakapan dalam mengelola keuangan di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.
Kepala OJK Provinsi Maluku Haramain Billady mengatakan, literasi keuangan menjadi bekal penting bagi generasi muda agar mampu mengambil keputusan finansial secara bijak sekaligus terhindar dari berbagai risiko aktivitas keuangan ilegal.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pemilihan Duta Bahasa Tahun 2026 yang digelar bersama Balai Bahasa Provinsi Maluku, Jumat (7/8/2026).
Melalui kolaborasi tersebut, para peserta mendapatkan edukasi mengenai Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI), termasuk pentingnya mengenali dan menghindari investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai modus penipuan keuangan digital.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, mulai dari membangun kebiasaan menabung hingga mampu menentukan pilihan keuangan secara bertanggung jawab.
Menurut Haramain, kemampuan berbahasa dan literasi keuangan merupakan dua kompetensi yang semakin penting bagi generasi muda. Keduanya dibutuhkan agar anak muda tidak hanya mampu berkomunikasi secara baik, tetapi juga memiliki daya tahan menghadapi berbagai risiko di ruang digital.
Kolaborasi OJK dan Balai Bahasa Provinsi Maluku ini menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang cerdas berbahasa, cerdas finansial, dan tangguh menghadapi tantangan era digital.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Kity Karenisa, S.S., M.A.
menilai sinergi lintas lembaga menjadi penting dalam membangun kapasitas generasi muda Maluku.
Pemilihan Duta Bahasa tidak hanya menjadi ajang pengembangan kemampuan bahasa, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi untuk membentuk generasi yang memiliki wawasan lebih luas.
OJK mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus meningkatkan literasi keuangan dan tidak mudah tergiur tawaran investasi maupun pinjaman yang tidak jelas legalitasnya.
Cerdas berbahasa, cerdas mengelola keuangan, dan waspada terhadap aktivitas keuangan ilegal menjadi modal penting menuju generasi muda Maluku yang mandiri dan sejahtera.(ST01)
